Polisi Rekonstruksi 21 Adegan Penyekapan Wanita di Bandung

Polisi Rekonstruksi 21 Adegan Penyekapan Wanita di Bandung
Kepolisian Daerah Jawa Barat menggelar rekonstruksi kasus penganiayaan berat dan penyekapan yang dilakukan tersangka Taufik Hidayat.(FOTO:NET)

BANDUNG - Kepolisian Daerah Jawa Barat melaksanakan rekonstruksi kasus penyekapan serta penganiayaan terhadap seorang wanita berinisial YTR dengan memperagakan sebanyak 21 adegan yang terfokus di tiga tempat kejadian perkara (TKP) dan diperagakan secara langsung oleh tersangka Taufik Hidayat.

Direktur Direktorat Reserse PPA dan PPO Polda Jawa Barat Kombes Pol Rumi Untari mengonfirmasi bahwa tiga TKP tersebut ditentukan lantaran menjadi lokasi sentral terjadinya aksi penyekapan serta penganiayaan berat kepada korban.

“Kami sudah sepakati bersama, yang kami rekonstruksikan adalah tiga TKP, TKP tiga, lima, dan enam. Karena tiga TKP itulah yang menjadi sentral poin penting terjadinya penganiayaan dan penyekapan,” kata Rumi di Bandung, Kamis.

Rumi memaparkan dalam agenda rekonstruksi itu pelaku mengakui semua perbuatannya selaras dengan hasil penyidikan yang sudah dijalankan oleh tim penyidik.

Ia menerangkan bahwa tindakan penganiayaan tersebut dikerjakan memakai tangan kosong maupun berbagai macam benda, seperti helm, kaki meja yang terbuat dari besi, sampai senjata tajam berwujud golok.

“Di antaranya memukul dengan helm, kemudian dengan ada kaki meja itu besi yang di TKP terakhir, kemudian ada dengan golok. Dan memang korban tidak terlampau mengingat karena dalam kondisi buta, tetapi dengan TKP yang kita temukan matching,” ujarnya.

Menurut dia, proses rekonstruksi sengaja tidak dilaksanakan di lokasi asli kejadian karena rentetan perkara berlangsung di enam TKP yang berlainan sehingga dipusatkan di Markas Polda Jawa Barat.

Kebijakan itu, tutur Rumi, dipilih sesudah penyidik melakukan pertimbangan dari aspek keamanan dan juga kenyamanan warga, mengingat sejumlah lokasi merupakan bangunan rumah kos yang kini masih berpenghuni.

“Ada beberapa TKP. Kalau hanya satu TKP mungkin bisa dilakukan di lokasi. Namun karena ada beberapa TKP, kami mempertimbangkan situasi tempat, terutama dari sisi keamanan,” katanya.

Ia mengimbuhkan bahwa pertimbangan lainnya yaitu demi menjaga ketenteraman para pemilik rumah kos serta area lingkungan sekitar supaya jalannya rekonstruksi bisa berlangsung secara aman sekaligus lancar.

“Beberapa lokasi merupakan rumah kos. Kami juga harus mempertimbangkan keamanan dan kenyamanan para pemilik kos. Itu menjadi pertimbangan utama dalam menentukan lokasi pelaksanaan rekonstruksi,” kata Rumi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index