Evaluasi Pasca-MPL ID S17, ONIC Bersiap Hadapi MSC 2026

Senin, 15 Juni 2026 | 16:42:01 WIB
Tim Onic (FOTO: NET)

JAKARTA - Tim ONIC Esports memantapkan pilihan untuk mengambil waktu rehat sejenak demi memulihkan kondisi fisik dan mental para pemain usai finis menempati peringkat runner-up dalam ajang Mobile Legends: Bang Bang Professional League Indonesia (MPL ID) Season 17.

Langkah rehat tersebut sengaja diambil sebagai sarana untuk melakukan penyegaran atau reset sebelum bertolak mengarungi turnamen berskala internasional Mobile Legends: Bang Bang Mid Season Cup (MSC) dalam rangkaian Esports World Cup (EWC) 2026 yang dijadwalkan bergulir pada Juli-Agustus di Paris, Prancis.

"Untuk EWC kita enggak akan biarkan anak-anak burn out. Kita kasih spare waktu, mau sama keluarga, mau sama teman, mau sama pacar. Jadi biar kita baliknya bisa fresh lagi, terus kita bisa menjalani aktivitas kita," kata pelatih ONIC, CW.

Berdasarkan sudut pandang CW, masa beristirahat memegang peranan yang teramat vital dari rangkaian persiapan tim sebelum nantinya kembali digembleng lewat porsi latihan intensif menyongsong MSC EWC 2026.

Dirinya berpendapat bahwa aspek kebugaran mental serta fisik dari para penggawa wajib dijaga dengan baik pasca-melewati ketatnya persaingan kompetisi yang panjang sepanjang musim ini.

Di samping hal itu, kubu ONIC juga bakal menyelenggarakan agenda evaluasi mendalam berkaitan dengan performa permainan mereka di babak grand final.

Tim ONIC menyudahi petualangan mereka di panggung MPL ID Season 17 lewat hasil kekalahan dengan skor akhir 1-4 atas tim Bigetron Esports (BTR) pada partai puncak.

CW menilai salah satu variabel krusial yang bisa dipetik sebagai pelajaran oleh timnya merupakan tingginya tingkat kekompakan permainan yang dipertontonkan oleh skuad BTR sepanjang fase playoff sampai laga final.

"Kalau kita lihat BTR bermain terlalu solid sebagai tim, itu yang mungkin bisa kita pelajari," ujarnya.

Ungkapan yang senada turut dilontarkan oleh pemain roamer andalan ONIC, Kiboy, yang berjiwa besar mengakui ketangguhan performa dari tim BTR sepanjang musim ini.

Walaupun belum berhasil mengamankan takhta gelar juara, dirinya mengaku tetap merasa bersyukur lantaran ONIC sukses mengunci satu slot tiket emas menuju turnamen akbar antarnegara di Paris tersebut.

"Saya tetap bersyukur banget karena tetap bisa ke Paris juga, kita masih Top 2, dan memang BTR lagi kuat banget buat sekarang," kata Kiboy.

Kiboy mengutarakan bahwa pihak ONIC bakal mempergunakan sisa waktu yang ada sebelum bergulirnya MSC demi merapikan beraneka macam aspek kekurangan permainan, mulai dari lini komunikasi sampai eksekusi strategi di dalam arena pertandingan.

"Yang kita pelajari buat EWC nanti persiapan kita harus lebih matang, lebih rapi lagi, dari komunikasi, gameplay dan sebagainya," ujar Koboy.

Kendati demikian, skala prioritas utama dari tim dalam waktu dekat ini adalah murni untuk berlibur santai serta melakukan penyegaran pikiran setelah panggung kompetisi lokal rampung digulirkan.

"Kita fokus liburan dulu sekarang, jadi buat reset dulu. Nanti EWC belakangan, kita fokus reset dulu, yang penting nanti pas kita balik lagi sudah fresh banget," kata Kiboy.

Sementara itu, penggawa ONIC lainnya, Sanz, memberikan pandangan bahwa tim BTR memang sudah sangat layak menyandang status sebagai juara usai memperlihatkan performa yang stabil sejak sepak mula playoff hingga babak grand final.

"Di playoff ini BTR dari awal sampai final mereka bermain sangat bagus, memang pantas untuk MPL kali ini," ujar Sanz.

Skuad BTR sukses memutus rantai dominasi dari ONIC yang sebelumnya menyandang status sebagai jawara MPL Indonesia Season 15 dan Season 16.

Meski begitu, kedua tim legendaris ini tetap mengantongi hak penuh untuk menjadi perwakilan resmi bagi Indonesia di ajang MSC EWC 2026 karena keberhasilan mereka melenggang hingga ke babak final kompetisi.

Terkini