Gen Z Ramai Tonton Kirab Pusaka Dalem Pura Mangkunegaran di Solo

Rabu, 17 Juni 2026 | 13:00:40 WIB
Kirab Pusaka Dalem Pura Mangkunegaran. (FOTO:NET)

SOLO - Sejumlah jam sebelum datangnya malam 1 Suro yang menjadi penanda pergantian tahun baru Be 1960 pada penanggalan Jawa, pihak Pura Mangkunegaran melangsungkan ritual tradisi Kirab Pusaka Dalem.

Agenda kirab tersebut diselenggarakan pada Selasa (16/6/2026) malam hari dengan rute mengelilingi kawasan Pura Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah.

Para anggota yang mengikuti kirab diwajibkan demi mengenakan pakaian beskap Jawa jangkep serta melangkah dalam kesunyian tanpa menggunakan alas kaki apa pun selama mengitari Pura Mangkunegaran.

Di samping para peserta, kehebohan yang tinggi juga terlihat dari kalangan masyarakat yang menyempatkan hadir langsung menyaksikan rangkaian prosesi kirab 1 Suro Mangkunegaran.

Masyarakat yang menonton turut memadati sejumlah titik area yang dilewati oleh rute pergerakan Kirab Pusaka Dalem.

Seorang penonton bernama Nur Aisyah (18) bersama dengan tiga orang rekannya memiliki ketertarikan tersendiri terhadap pelaksanaan Kirab Pusaka Dalem Pura Mangkunegaran.

Meskipun berasal dari Purwokerto namun beraktivitas kerja di Kartosuro, Sukoharjo, Nur mengaku baru pertama kalinya menyaksikan agenda kirab tersebut.

“Awalnya tertarik, penasaran, (tahu ada kirab) dari TikTok. Iya baru pertama kali,” katanya saat ditemui Kompas.com, Selasa (16/6/2026) malam.

Rekan Nur yang bernama Diah (19) mengutarakan bahwa realitasnya nilai kebudayaan di Kota Solo senantiasa tebal, hal itu dibuktikan lewat masih dirawatnya adat kirab 1 Suro.

Tidak tertinggal pula ia mengemukakan opini bahwasanya di lingkaran anak muda, terkhusus Generasi Z, adat serta kebudayaan lokal semestinya memperoleh porsi tersendiri di dalam napas kehidupan.

Bagi dirinya, atensi terhadap ranah budaya yang bersumber pada adat istiadat bukan sekadar fenomena ikut-ikutan atau FOMO sesaat belaka.

“Emang di kalangan kami ini harusnya masih harus nonton yang seperti ini, harus melestarikan itu,” tuturnya.

“Biar kami tahu budaya di Indonesia tuh enggak cuman ada di daerah kami doang,” sambungnya.

Nur, Diah, bersama dua orang rekannya menaruh harapan agar mereka dapat kembali menyaksikan tradisi kirab 1 Suro pada periode tahun mendatang.

Penonton lain bernama Tika (21), turut menyimpan rasa ingin tahu yang besar terhadap rangkaian ritual Kirab 1 Suro Mangkunegaran pada Selasa (16/6/2026) malam hari.

Mempunyai asal daerah dari Malang, Jawa Timur, ia secara kebetulan sedang berada di Kota Solo lantaran tengah melangsungkan program magang dari kampusnya.

“Awalnya nonton kirab ini karena ya lumayan kepo gitu sama budaya kirab yang ada di Jawa Tengah khususnya di Solo,” terang Tika saat ditemui Kompas.com, Selasa (17/6/2026).

Galibnya, ia cuma menyaksikan prosesi kirab 1 Suro yang diselenggarakan di daerah Yogyakarta.

Dari perbandingan itu, ia memandang ritual kirab di Solo maupun Yogyakarta mempunyai nilai yang sama-sama sakral.

Rasa ingin tahu mengenai tata cara kirab Mangkunegaran tersebut juga muncul usai berseliwerannya aneka informasi di jagat media sosial.

“Iya, karena lewat di FYP TikTok,” tutur Tika.

Ia berpendapat, ritual kirab 1 Suro yang dilakukan dengan berjalan kaki tanpa memakai alas kaki sekaligus dilarang mengeluarkan suara, mengandung filosofi sebagai sarana kontemplasi atau mawas diri atas apa saja yang telah dilewati pada masa sebelumnya.

Tika pun memberikan apresiasi mendalam kepada pihak Pura Mangkunegaran yang senantiasa memelihara adat kirab 1 Suro di tengah gempuran zaman modern.

“Akhir-akhir ini, ternyata banyak generasi muda yang FOMO untuk ikut kirab ini,” kata dia.

“Jadi ya terbukti gitu, kalau misalnya Mangkunegaran ini berhasil untuk menjaga budaya yang ada,” imbuhnya.

Terkini