Gen Z Padati Ritual Kirab Pusaka 1 Suro Pura Mangkunegaran Solo

Rabu, 17 Juni 2026 | 16:35:45 WIB
KIRAB MALAM SATU SURO PURA MANGKUNEGARAN (FOTO: NET)

SOLO - Sejumlah jam sebelum datangnya malam 1 Suro yang menjadi penanda pergantian tahun baru Be 1960 pada penanggalan Jawa, pihak Pura Mangkunegaran melangsungkan ritual tradisi Kirab Pusaka Dalem.

Agenda ritual tersebut dilaksanakan pada Selasa (16/6/2026) malam hari dengan rute memutari area Pura Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah.

Seluruh peserta yang mengikuti kirab diharuskan untuk memakai pakaian beskap Jawa jangkep serta berjalan dalam kesunyian tanpa memakai alas kaki apa pun sepanjang mengitari Pura Mangkunegaran.

Di samping para peserta, antusiasme yang tinggi juga tampak dari kalangan masyarakat yang meluangkan waktu hadir langsung menyaksikan rangkaian prosesi kirab 1 Suro Mangkunegaran.

Masyarakat yang menonton ikut memadati beberapa titik area yang dilewati oleh rute pergerakan Kirab Pusaka Dalem.

Seorang penonton bernama Nur Aisyah (18) bersama dengan tiga orang temannya mempunyai ketertarikan tersendiri terhadap pelaksanaan Kirab Pusaka Dalem Pura Mangkunegaran.

Walaupun berasal dari Purwokerto namun bekerja di Kartosuro, Sukoharjo, Nur mengaku baru pertama kalinya melihat agenda kirab tersebut.

“Awalnya tertarik, penasaran, (tahu ada kirab) dari TikTok. Iya baru pertama kali,” katanya, Selasa (16/6/2026) malam.

Teman Nur yang bernama Diah (19) menyampaikan bahwa pada kenyataannya nilai kebudayaan di Kota Solo selalu kuat, hal itu dibuktikan melalui masih dirawatnya adat kirab 1 Suro.

Tidak ketinggalan juga ia menyampaikan pendapat bahwasanya di lingkaran anak muda, khususnya Generasi Z, adat serta kebudayaan lokal sudah semestinya mendapatkan porsi tersendiri di dalam napas kehidupan.

Bagi dirinya, perhatian terhadap ranah budaya yang bersumber pada adat istiadat bukan hanya fenomena ikut-ikutan atau FOMO sesaat saja.

“Emang di kalangan kami ini harusnya masih harus nonton yang seperti ini, harus melestarikan itu,” tuturnya.

“Biar kami tahu budaya di Indonesia tuh enggak cuman ada di daerah kami doang,” sambungnya.

Nur, Diah, bersama dua orang temannya menaruh harapan agar mereka dapat kembali melihat tradisi kirab 1 Suro pada periode tahun depan.

Penonton lain bernama Tika (21), turut menyimpan rasa ingin tahu yang besar terhadap rangkaian ritual Kirab 1 Suro Mangkunegaran pada Selasa (16/6/2026) malam hari.

Mempunyai asal daerah dari Malang, Jawa Timur, ia secara kebetulan sedang berada di Kota Solo karena tengah menjalankan program magang dari kampusnya.

“Awalnya nonton kirab ini karena ya lumayan kepo gitu sama budaya kirab yang ada di Jawa Tengah khususnya di Solo,” terang Tika, Selasa (17/6/2026).

Biasanya, ia hanya menyaksikan prosesi kirab 1 Suro yang diselenggarakan di daerah Yogyakarta.

Dari perbandingan itu, ia melihat ritual kirab di Solo maupun Yogyakarta mempunyai nilai yang sama-sama sakral.

Rasa ingin tahu mengenai tata cara kirab Mangkunegaran tersebut juga muncul setelah berseliwerannya berbagai informasi di jagat media sosial.

“Iya, karena lewat di FYP TikTok,” tutur Tika.

Ia menilai, ritual kirab 1 Suro yang dilakukan dengan berjalan kaki tanpa memakai alas kaki sekaligus dilarang mengeluarkan suara, mengandung filosofi sebagai sarana kontemplasi atau mawas diri atas apa saja yang telah dilewati pada masa sebelumnya.

Tika pun memberikan apresiasi mendalam kepada pihak Pura Mangkunegaran yang selalu menjaga adat kirab 1 Suro di tengah gempuran zaman modern.

“Akhir-akhir ini, ternyata banyak generasi muda yang FOMO untuk ikut kirab ini,” kata dia.

“Jadi ya terbukti gitu, kalau misalnya Mangkunegaran ini berhasil untuk menjaga budaya yang ada,” imbuhnya.

Terkini