Kilas Peristiwa Hukum: Kasus BGN sampai Korban Hanania Travel

Jumat, 19 Juni 2026 | 09:09:18 WIB
Kuasa Hukum Sony Sonjaya.(FOTO:NET)

JAKARTA - Sejumlah informasi seputar permasalahan hukum telah kami tayangkan pada hari Kamis (18/6), dan di bawah ini terdapat lima artikel terpopuler yang dapat Anda simak kembali pagi ini, mulai dari indikasi proyek fiktif alat pemantau serta pemindai sidik jari di BGN sampai dengan total korban penipuan Hanania Travel yang ditengarai menyentuh angka 3.000 jiwa.

Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya membeberkan indikasi adanya proyek kamera pengawas (CCTV) serta pemindai sidik jari fiktif terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) periode 2025-2026.

Kepolisian Resor Bogor mendirikan delapan unit hunian bagi warga lokal lewat inisiatif Program Rumah ASRI, di mana seluruh sumber pembiayaannya dikumpulkan secara sukarela dari donasi personel kepolisian demi menyongsong Hari Bhayangkara ke-80.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap politisi dari PDI Perjuangan, Riyan Dediano (RYD), dalam kapasitasnya sebagai saksi atas dugaan tindak pidana suap pada proyek konstruksi sekaligus perawatan jalur kereta di bawah Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah meminta keterangan dari delapan orang aparatur sipil negara yang bertugas di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Barat beserta tiga pelaku usaha swasta sebagai saksi, demi mengusut tuntas dugaan pemerasan yang menyeret Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan periode 2024-2026 Silmy Karim beserta tujuh orang tersangka lainnya.

Aparat kepolisian menyatakan bahwa total masyarakat yang menjadi korban tindak pidana penipuan agen perjalanan umrah Hanania Travel diprediksi menyentuh kisaran 3.000 orang, mengingat hingga saat ini posko aduan masih terus menerima laporan baru dari para korban.

Terkini