Lewat MoU Damai, Amerika Serikat Berjanji Cabut Sanksi Atas Iran

Kamis, 18 Juni 2026 | 09:09:34 WIB
Presiden Iran Masoud Pezeshkian.(FOTO:NET)

TEHERAN - Amerika Serikat mempunyai komitmen untuk menghapuskan langkah sanksi terhadap Teheran dalam periode waktu yang telah disetujui oleh kedua belah pihak selaras dengan draf kesepakatan final, seperti dipaparkan oleh laporan kantor berita Iran IRNA pada hari Rabu (17/6) dengan merujuk pada dokumen nota kesepahaman (MoU) di antara kedua negara itu.

"Amerika Serikat berkomitmen untuk mengakhiri semua jenis sanksi terhadap Iran, termasuk sanksi yang dijatuhkan oleh Dewan Keamanan PBB, Dewan Gubernur Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), dan semua sanksi sepihak AS, baik primer maupun sekunder, dalam jangka waktu yang disepakati oleh para pihak, yang akan menjadi bagian dari perjanjian akhir," demikian isi paragraf ketujuh di MoU tersebut.

Iran pada waktu sebelumnya mengutarakan bahwa kesepakatan final bakal dirundingkan dalam rentang periode 60 hari pasca-penandatanganan MoU serta akan menuntaskan persoalan nuklir Iran.

Walau demikian, pada bagian paragraf ketiga dokumen MoU yang disebarluaskan oleh IRNA disebutkan bahwa para pihak terkait mempunyai keleluasaan untuk memperpanjang batas waktu dalam mencapai titik temu.

Di dalam naskah MoU tersebut, pihak Iran memberikan penegasan bahwa internal mereka tidak akan melakukan proses produksi ataupun memiliki senjata nuklir.

"Iran menegaskan kembali bahwa negara tidak akan memproduksi atau memperoleh senjata nuklir," demikian isi paragraf kedelapan di MoU tersebut.

Berlandaskan pada nota kesepahaman itu, Teheran bersama Washington juga bakal merampungkan persoalan terkait material nuklir Iran di bawah proses pemantauan dari pihak IAEA.

Terkini