Kasus Molotov Koja: Polisi Sebut Ibu dan Anak Salah Sasaran

Selasa, 23 Juni 2026 | 12:06:58 WIB
Ilustrasi Garis Polisi.(FOTO:NET)

JAKARTA - Seorang ibu yang sedang membonceng anaknya di daerah Koja, Jakarta Utara, dikabarkan menjadi korban pelemparan bom molotov.

Pihak kepolisian telah memastikan bahwa perempuan tersebut ialah korban salah sasaran.

Kapolsek Koja Kompol Andry Suharto menerangkan bahwa pelaku sebetulnya berniat mengincar paman dari mantan istrinya.

Akan tetapi, korban secara kebetulan tengah berkendara melewati lokasi kejadian.

"Bukan melempar ibu-ibu, ibu itu tidak sengaja lewat. (Pelaku) melempar paman dari pacar mantan istri pelaku ,tapi tidak kena,"

Pada saat yang bersamaan, korban yang waktu itu sedang membonceng anaknya melintas di area Jalan Mandiri II, Koja, Jakarta Utara.

Lemparan bom molotov dari pelaku tersebut kemudian mendarat dan mengenai bagian dasbor sepeda motor milik korban.

"(Molotov) jatuh di jalan terbakar dan motor itu (korban) lewat melintas, kaget dan terjatuh,"

Korban sendiri, berdasarkan penjelasan Andry, sama sekali tidak memahami penyebab mengapa dirinya sampai terkena pelemparan bom molotov tersebut.

"(Korban) Tidak tahu-menahu masalahnya,"

Pada kesempatan sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan bahwa tindakan pelemparan bom molotov ini terjadi pada pukul 09.00 WIB di kawasan Jalan Mandiri II, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.

Di pagi hari itu, korban sedang mengendarai sepeda motor dengan tujuan untuk pergi ke pasar.

"Saat kejadian, korban seorang perempuan sedang melintas menggunakan sepeda motor menuju pasar, kemudian terkena dampak pelemparan tersebut hingga bagian dashboard sepeda motornya terbakar,"

Aparat kepolisian pun sudah bergerak melaksanakan olah tempat kejadian perkara serta memeriksa rekaman dari kamera pengawas CCTV di sekitar lokasi.

Melalui petunjuk dari rekaman kamera pemantau itu, terduga pelaku yang melakukan tindakan ini diidentifikasi berjumlah sekitar empat orang.

“From rekaman CCTV, pelaku diduga berjumlah sekitar empat orang,”

Terkini