Momen Mentan Amran Beri Traktor Usai Diinterupsi Mahasiswa

Rabu, 24 Juni 2026 | 13:28:59 WIB
Menteri Pertanian Amran Sulaiman sempat diteriaki mahasiswa yang mempertanyakan kesejahteraan petani di IAIN Gorontalo.(FOTO:NET)

GORONTALO - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman diinterupsi oleh seorang mahasiswa ketika menghadiri acara mengenai Urgensi Hilirisasi dan Inovasi Terapan Berbasis Ekoteologi di IAIN Sultan Amai Gorontalo, Sabtu (20/6/2026).

Momen tersebut sempat terekam video dan kemudian menjadi ramai diperbincangkan di media sosial.

Di dalam video yang viral tersebut, tampak seorang mahasiswa menyampaikan aspirasinya secara langsung memakai pengeras suara di tengah rangkaian acara yang sedang berlangsung.

Kejadian itu berlangsung sesudah Amran memberikan tausiyah di hadapan jajaran pimpinan kampus serta para mahasiswa.

Pada permulaan acara, Amran memberikan motivasi kepada para mahasiswa agar mempunyai keberanian mengubah pola pikir demi masa depan yang lebih baik.

Ia turut menyampaikan bahwa para mahasiswa mempunyai peluang yang sama untuk sukses selepas menyelesaikan masa kuliah di perguruan tinggi.

Dalam kesempatan tersebut, Amran juga membagikan kisah masa lalunya sewaktu masih kecil.

Ia menceritakan pernah bekerja menjadi pemecah batu gunung saat masih duduk di kelas 5 SD.

Bagi dia, situasi ekonomi yang sulit tidak boleh dijadikan alasan untuk mudah menyerah.

"Pasti bisa. Kalau mau kaya gampang, rubah tuh kebiasaannya, habit-nya kebiasaan tiap hari datang terlambat," ujar Amran dikutip dari kanal YouTube IAIN Gorontalo Official, Sabtu.

Setelah sesi pemberian motivasi selesai, Amran mengajak beberapa mahasiswa yatim piatu untuk maju ke atas panggung.

Ia pun menjawab pertanyaan dari tiga mahasiswa yang membahas seputar regenerasi petani, program hilirisasi di bidang pertanian, dan juga implementasi B50.

Kala itu, Amran menjelaskan bahwa program hilirisasi yang dijalankan oleh pemerintah memberikan keuntungan bagi para petani.

"Karena petani yang berkebun ada plasma, ada inti. Tetapi yang dilakukan pemerintah yang 870.000 hektar itu seluruhnya untuk petani. Tidak ada korporasi. Ini 9 triliun. Silakan yang mau tanam kakao, mente, kelapa ada dan gratis. Ini adalah program presiden nih. Ini bibitnya itu gratis semua untuk rakyat," tutur Amran.

Acara setelah itu dilanjutkan ke agenda penyerahan plakat.

Ketika prosesi itu berjalan, seorang mahasiswa IAIN Sultan Amai Gorontalo yang berasal dari Kecamatan Popayato Barat bernama Husna Rupu mendadak menyampaikan aspirasi memakai pengeras suara.

"Izin Bapak, Bapak Menteri. Saya selaku mahasiswa yang berada yang berasal dari wilayah barat yang berada di Gorontalo ini karena pertanyaan jumlah penanya itu dibatasi di sini...," ujar Husna.

Walaupun acara sempat terus berjalan, Amran meminta supaya Husna diberikan kesempatan untuk berbicara.

Ia bahkan meminta mahasiswa itu untuk naik ke atas panggung agar aspirasi yang dibawa bisa didengar secara jelas.

Saat berdialog bersama Mentan, Husna membeberkan nasib para petani sawah di daerah Popayato Barat yang dinilainya belum sejahtera.

Ia pun mengadukan adanya masalah yang dihadapi oleh masyarakat terkait bentrokan antara warga dengan penambang emas ilegal.

"Nah, itu yang merupakan salah satu terutama masyarakat petani sawah itu memberikan mandat kepada saya selaku mahasiswa yang memiliki fungsi kontrol untuk bagaimana bisa menyampaikan aspirasi mereka kepada Bapak Menteri," kata Husna.

Usai menyimak pemaparan tersebut, Amran menanyakan secara langsung mengenai bantuan apa yang diharapkan oleh para petani di wilayah itu.

"Apa yang diminta?" tanya Amran.

"Mereka meminta agar supaya ada solusi yang konkret diberikan kepada mereka petani-petani sawah, Pak. Mereka seakan-akan diberikan ada kisaran 5 hektar lebih," jawab Husna.

Tidak lama setelah mendengar penyampaian aspirasi tersebut, Amran langsung menyerahkan bantuan berupa satu unit traktor tangan untuk dibawa ke daerah asal mahasiswa itu.

"Jangan kamu berteriak dengan saya bawa itu pulang traktor ada di ada di sini. Bawa pulang ketemu petaninya cuma lima hektar bawa traktor bawa ini dari Pak Menteri olah itu inilah bentuk keadilan," kata Amran.

Ia selanjutnya menegaskan bahwa proses membangun Indonesia memerlukan kerja keras dan tidak dapat dilakukan lewat cara yang gampang.

"Ini aku suka. Dia perjuangkan orang kecil. Jadi, jelas perjuangannya. Kalau jelas perjuangannya," pungkas Amran.

Para peserta pun langsung memberikan tepuk tangan riuh setelah Amran membagikan traktor kepada Husna.

Terkini