Yan Harahap Balas Deddy PDIP: Pesan AHY Terlalu Benar Dibantah

Kamis, 25 Juni 2026 | 11:06:15 WIB
Politikus Demokrat,Yan Harahap.(FOTO:NET)

JAKARTA - Sekretaris Badan Riset dan Inovasi Strategis (BRAINS) Partai Demokrat Yan Harahap memberikan perlawanan balik kepada Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus, yang merasa terganggu oleh ucapan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sewaktu menanggapi status politik PDIP.

Yan menilai ucapan AHY terlampau benar untuk disanggah oleh pihak PDIP.

"Kalau ajakan untuk mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan partai saja dianggap hasutan, maka jangan-jangan yang terusik bukan isi pernyataannya, melainkan karena pesannya terlalu benar untuk dibantah," kata Yan saat dihubungi, Kamis (25/6/2026).

Yan menyatakan rasa bingung terhadap Deddy Sitorus, yang menganggap ucapan AHY berupa sebuah provokasi.

Ia menaruh curiga pada kapasitas Deddy dalam memahami ucapan AHY.

"Jangan-jangan ini malah bentuk ketidakmampuannya dalam mencerna narasi yang disampaikan Mas AHY," ucap Yan.

Yan menyatakan menyimak secara langsung ucapan AHY yang dibicarakan oleh Deddy.

Berdasarkan pandangannya, ucapan AHY amat gamblang bahwa kewajiban partai politik yang berada di dalam koalisi penguasa ialah menyokong serta menyukseskan agenda pemerintah.

Sementara itu, sambung dia, kewajiban partai politik yang berada di luar jajaran penguasa ialah mengutarakan kritik secara membangun dan disertai dengan jalan keluar.

"Itu adalah prinsip demokrasi yang sehat," imbuh Yan.

Di samping itu, menurut dia, AHY pun menegaskan bahwa kemaslahatan nasional wajib ditaruh di atas kemaslahatan golongan.

Menurutnya, AHY bahkan memberikan peringatan supaya tidak memecah belah persatuan bangsa, tidak menyudutkan seolah-olah seluruh hal keliru, serta tetap memberi celah penilaian terhadap masukan warga.

"Sulit mencari kalimat yang lebih moderat dan lebih menyejukkan dari pada itu, ya kan?" tutur Yan.

Berkaca dari hal tersebut, ia mempertanyakan metode Deddy dalam menangkap ucapan AHY yang sejatinya mengajak seluruh pihak mendahulukan kemaslahatan bangsa, memelihara persatuan, sekaligus menciptakan kritik yang membangun.

Ia merasa heran Deddy menilai ucapan AHY tersebut sebagai sebuah provokasi.

"Maka yang perlu dipertanyakan adalah cara memahami pernyataan tersebut, bukan isi pernyataannya," tuturnya.

Yan memastikan, ucapan AHY bukanlah sebuah provokasi, melainkan sebuah wejangan bahwa demokrasi memerlukan kritik yang dapat dipertanggungjawabkan serta politik yang mendahulukan keutuhan bangsa.

"Itu nilai yang seharusnya didukung oleh semua pihak, bukan dipersoalkan," ujarnya.

Terkait hal tersebut, sebelumnya Deddy Sitorus melempar kritik pedas kepada Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengenai ucapan yang meminta PDIP tetap melayangkan kritik membangun walaupun berada di luar jajaran penguasa.

Merespons hal itu, Deddy meminta AHY agar tidak melakukan provokasi serta menghargai langkah politik yang diputuskan oleh PDIP.

Deddy pada mulanya berbicara mengenai maraknya dakwaan terhadap PDIP yang menjadi otak unjuk rasa hingga parpol-parpol mempertanyakan status PDIP di dalam atau luar penguasa.

Deddy mengungkit bahwa PDIP bahkan pernah didakwa menjadi otak unjuk rasa pada tahun 2025 yang lalu.

Ketua DPP PDIP ini membeberkan perkara serupa kembali terulang pada tahun 2026.

Dia menuturkan salah satu kader PDIP yakni Andi Widjajanto dituduh menjadi otak unjuk rasa.

"Nah, sekarang sama saja. Dituduh-tuduh Andi Widjajanto. Bahkan seorang menko seperti AHY ngomong, ya jangan menghasut," ujarnya.

"Ini lagi-lagi membuktikan bahwa memang berada di luar pemerintahan itu selalu mudah menjadi kambing hitam, ya," sambungnya.

Terkini