JAKARTA - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Salemba, Jakarta, menyajikan program pembinaan kemandirian yang produktif serta berkelanjutan untuk warga binaan lewat inovasi ternak ayam petelur.
Kegiatan yang merawat sejumlah 300 ekor ayam petelur dengan tingkat produktivitas menyentuh 50 persen itu dipantau secara langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) DKI Jakarta Wachid Wibowo sewaktu aktivitas panen, Kamis (25/6).
"Peternakan ayam petelur ini merupakan contoh nyata pembinaan yang produktif, tidak hanya mendukung program ketahanan pangan, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat," kata Wachid.
Dia berharap agenda pembinaan terarah semacam ini mampu menjadi pemacu buat seluruh satuan kerja pemasyarakatan lainnya guna menyuguhkan inovasi yang berefek luas.
Pada sisi lain, Kepala Lapas Kelas IIA Salemba Amico Balalembang memastikan komitmennya untuk selalu memaksimalkan peternakan itu sebagai salah satu wadah pembelajaran hulu ke hilir yang berkelanjutan untuk warga binaan.
Bukan cuma mewujudkan suasana lapas yang makin produktif, program ini ialah penerapan nyata dari Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta tindak lanjut instruksi Direktur Jenderal Pemasyarakatan.
"Program peternakan ayam petelur akan terus dioptimalkan sebagai salah satu sarana pembelajaran dan pemberdayaan warga binaan, sekaligus mendukung program ketahanan pangan yang menjadi prioritas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan," kata Amico.
Lewat haluan pembinaan yang produktif ini, imbuh dari Sumbernya, Lapas Kelas IIA Salemba berusaha melahirkan warga binaan yang berdikari serta siap berbaur kembali secara baik dengan publik usai merampungkan masa hukumannya.