Kinerja Positif Seskab Teddy Indra Wijaya Raih Simpati Publik

Jumat, 26 Juni 2026 | 12:14:01 WIB
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. (FOTO:NET)

JAKARTA - Sikap konsisten untuk hadir langsung di tengah warga serta tindakan cepat dalam menyikapi bermacam persoalan masyarakat menjadi elemen mendasar yang memicu melonjaknya ketenaran Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Seorang pengamat komunikasi politik bernama Hendri Satrio mengutarakan bahwa dinamika tersebut terbilang unik lantaran Teddy merupakan seorang aparatur birokrasi yang sama sekali tidak ditopang oleh instrumen politik ataupun basis massa partai.

"Di media sosial ramai, di lapangan malah lebih ramai. Baik di kota besar maupun daerah pelosok, faktanya banyak masyarakat yang mengenal dan menyukai dia," kata Hensa, sapaan akrab Hendri Satrio, dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Inisiator dari Lembaga Survei KedaiKOPI tersebut berpendapat bahwa tingkat keterkenalan Teddy lebih dominan disokong oleh performa kerja nyata serta keakrabannya dengan warga ketimbang variabel politik praktis.

Berdasarkan sudut pandangnya, indikator tersebut tampak terang dari besarnya animo warga sewaktu Teddy mengawal agenda Presiden Prabowo Subianto dalam perhelatan Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah Madura, Jawa Timur, maupun agenda yang diramaikan oleh kisaran 100 ribu elemen petani serta nelayan di Gorontalo.

"Padahal Teddy itu bukan kepala daerah, bukan menteri yang memiliki program sendiri, bukan politisi, bukan anak pejabat, tidak punya partai, bahkan bukan anggota partai. Tetapi dia sepopuler itu di masyarakat. Ini pasti karena kinerja," ujarnya.

Hensa memandang kecakapan dalam merajut keharmonisan dengan warga lewat kehadiran secara fisik serta pola komunikasi yang efisien menjadi variabel utama yang memicu Teddy dapat dirangkul oleh bermacam lapisan masyarakat tanpa adanya sokongan mesin partai.

"Kalau seseorang bisa meraih penerimaan luas tanpa atribut partai atau mesin politik di belakangnya, itu menunjukkan kemampuan komunikasi dan kedekatan sosial yang mumpuni. Ini yang jarang ditemukan pada pejabat birokrasi saat ini," katanya.

Dirinya memberikan masukan kepada para tokoh politik serta kalangan birokrat untuk meneliti dinamika sosial ini supaya pola hubungan dengan warga dapat diprioritaskan kembali pada pembentukan rasa percaya publik serta pembuktian kerja konkrit, bukan semata-mata fokus pada agenda pencitraan diri.

Terkini