Bulog Siap Perkuat Cadangan Beras Dukung Swasembada Prabowo

Kamis, 25 Juni 2026 | 13:18:24 WIB
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto (FOTO: NET)

JAKARTA - Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan kesiapan lembaganya untuk menyokong penuh komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam mempertahankan swasembada pangan secara kontinu.

Langkah ini sejalan dengan pernyataan Prabowo yang menegaskan bahwa pemerintah bakal mengawal keberlanjutan swasembada pangan nasional saat menghadiri Puncak Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Area Gelanggang Olahraga (GOR) David-Toni, Kabupaten Gorontalo.

“(Bulog siap) memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah guna mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan," kata Rizal dalam keterangan tertulisnya, Rabu (24/6/2026).

Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor pangan, Bulog akan terus mengoptimalkan berbagai program strategis, termasuk mengondisikan penyerapan hasil bumi dari para petani.

Kini, melalui mandat yang diberikan oleh pemerintah, Bulog melakukan pembelian Gabah Kering Panen (GKP) tingkat petani dengan harga Rp6.500 tiap kilogramnya.

Di samping itu, Bulog yang mengemban tugas dalam manajemen pascapanen juga diamanahi untuk mengelola Cadangan Beras Pemerintah (CBP) beserta komoditas pangan pokok lainnya.

“Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya BULOG dalam menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat,” ujar Rizal.

Mantan jenderal bintang tiga TNI Angkatan Darat (AD) tersebut berpendapat bahwa gelaran Penas Petani Nelayan XVII merupakan sebuah momentum penting guna mempererat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan di sektor agraris agar swasembada pangan dapat terus terjaga.

Pihak manajemen pun berkomitmen untuk senantiasa mendampingi sekaligus meningkatkan taraf hidup para petani dan nelayan.

“Bulog siap menjalankan peran strategis dalam menjaga ketersediaan pangan,” tutur Rizal.

Sementara itu, Prabowo di hadapan ribuan petani, nelayan, serta penyuluh pertanian yang hadir kembali menegaskan keteguhan sikap pemerintah dalam mengawal program swasembada pangan agar terus berkesinambungan.

Beliau memaparkan bahwa pemenuhan sektor pangan merupakan fondasi paling mendasar bagi setiap kedaulatan negara.

Apalagi saat ini, sejumlah organisasi internasional telah memberikan peringatan mengenai ancaman krisis kelaparan global yang diproyeksikan terus meningkat.

Kendati demikian, menurut Prabowo, angka produksi pangan domestik justru berada di level surplus sehingga Indonesia mampu mengulurkan bantuan bagi negara-negara tetangga yang membutuhkan.

"Alhamdulillah sekarang kami sudah mulai ekspor, kami membantu negara-negara lain. Banyak negara meminta pupuk dari kami, meminta beras dari kami, meminta jagung dari kami," ujar Prabowo

Terkini