Irigasi Baru, 110 Hektar Sawah di Bogor Panen Tiga Kali Setahun

Senin, 29 Juni 2026 | 11:48:09 WIB
Rehabilitasi jaringan irigasi di Daerah Irigasi (DI) Cihanjawar Cikupa, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor. (FOTO:NET)

BOGOR - Langkah pembenahan saluran irigasi di Daerah Irigasi (DI) Cihanjawar Cikupa, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mendatangkan pengaruh konkrit terhadap tingkat produksi sektor pertanian.

Sekitar 110 hektar area persawahan yang dipasok oleh saluran air tersebut saat ini sanggup ditanami sampai dengan tiga kali dalam kurun waktu satu tahun.

Melonjaknya produktivitas tersebut diindikasikan dengan terkereknya Indeks Pertanaman (IP) yang pada mulanya berada di angka rata-rata 200 bergeser ke level 300.

Hal ini menandakan bahwa kalangan petani untuk saat ini dapat melangsungkan masa panen hingga tiga kali dalam setahun lantaran jalur pasokan air mengalir secara lebih proporsional.

Proses perbaikan saluran irigasi sekunder dengan bentang sepanjang 920 meter tersebut dieksekusi oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengacu pada amanat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 seputar Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi untuk Mendukung Swasembada Pangan.

Jalur irigasi itu turut menyumbang maslahat bagi empat kelompok tani (Poktan) di kawasan sekitar lewat cara mendongkrak ketangguhan suplai air, tidak terkecuali pada saat bergulirnya musim kering.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo memaparkan bahwa pemantapan infrastruktur pengairan menjadi salah satu elemen krusial demi memelihara kelangsungan hasil pangan di tingkat nasional.

Menurut pandangannya, pasokan air yang berada dalam kondisi lebih pasti bakal mendorong optimalisasi hasil tani sekaligus menaikkan taraf efisiensi pada aktivitas pertanian.

"Seluruh capaian ini merupakan wujud komitmen Kementerian PU dalam memastikan infrastruktur mendukung ketahanan pangan, pendidikan, dan pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Dody, Minggu (28/6/2026).

Sistem irigasi DI Cihanjawar Cikupa sejatinya berada di bawah wewenang operasional Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Lewat implementasi program Inpres Nomor 2 Tahun 2025, Kementerian PU menyalurkan sokongan berupa perbaikan saluran pengairan, yang setelahnya telah didelegasikan selaku hibah aset kepada pihak Pemerintah Kabupaten Bogor pada bulan Juni 2026.

Di samping di kawasan Kecamatan Sukamakmur, Kementerian PU pun turut membenahi saluran irigasi di beberapa area lainnya di wilayah Kabupaten Bogor, yakni Kecamatan Klapanunggal, Kemang, serta Caringin.

Akumulasi bentang saluran air yang ditangani menyentuh angka 1,91 kilometer dengan total cakupan area layanan irigasi mencakup 338 hektar lahan sawah.

Dody pun memberikan penekanan seputar krusialnya pembuatan jaringan irigasi tersier supaya pasokan air bisa dialirkan secara lebih berdaya guna hingga menyentuh wilayah persawahan.

"Saya minta selain melakukan pengeboran air dalam, khusus untuk air yang diperuntukkan bagi irigasi sawah maupun kebun, wajib juga dibuat jaringan irigasi tersier," tegasnya.

Guna mengakselerasi berjalannya Inpres Irigasi, Kementerian PU menjalin kerja sama dengan Kementerian Pertanian dalam hal pengumpulan data serta pembuatan jaringan pengairan secara berbarengan.

Sinergi tersebut diproyeksikan mampu melahirkan skema perencanaan yang jauh lebih presisi agar agenda pembangunan irigasi pada tahun 2026 serta masa-masa mendatang bisa berjalan lebih kilat, efisien, dan selaras dengan basis data.

Lewat penguatan tatanan pengairan serta kolaborasi antarinstansi, pihak otoritas menaruh rasa optimis bahwa produktivitas di sektor agraria dapat senantiasa terjaga di kala menghadapi tantangan pergeseran cuaca dunia.

Tindakan tersebut sekaligus diposisikan menjadi bagian dari ikhtiar menyokong pencapaian target swasembada pangan nasional serta mendongkrak kesejahteraan hidup para petani.

Terkini