Aturan MBG: Sempurnakan Sistem Cegah Stunting yang Sudah Ada

Senin, 29 Juni 2026 | 11:48:09 WIB
Sekretaris Kemendukbangga/Sekretaris Utama BKKBN Budi Setiyono.(FOTO:NET)

YOGYAKARTA - Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Sesmendukbangga)/Sekretaris Utama BKKBN Budi Setiyono menyatakan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus memperkuat ekosistem pencegahan stunting di daerah tanpa perlu membuat sistem baru untuk menangani kondisi gagal tumbuh pada balita.

Menurut dia, program ini wajib memperkokoh jaringan pelayanan yang selama ini sudah berjalan melalui posyandu, Tim Pendamping Keluarga (TPK), bidan, puskesmas, sampai tokoh masyarakat.

"Keberadaan MBG sebenarnya bisa menyempurnakan ekosistem tersebut. Mungkin yang perlu dioptimalkan adalah dari sisi menu, tata kelola, manajemen waktu, maupun pola komunikasi antarsektor," tuturnya saat berdiskusi dengan Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di DI Yogyakarta, Minggu.

Dia menegaskan bahwa insentif untuk para kader TPK sebetulnya hanya berfungsi sebagai dorongan ekstra lantaran mekanisme dapur sehat atasi stunting atau program pemberian makanan tambahan sudah berjalan baik selama ini.

"Seperti yang mungkin teman-teman sudah dengarkan, mereka bekerja secara sukarela dengan motivasi saling tolong-menolong dan menjalankan tugas sebagai anggota TPK, sehingga insentif itu lebih kepada memberikan stimulus tambahan. Kalau saat ini memang dari sisi anggaran, karena keterbatasan, mungkin belum banyak perubahan terkait alokasi biaya distribusi tersebut," paparnya.

Dia mengemukakan bahwa dengan ekosistem yang berjalan sebelum adanya MBG, tidak pernah ada insiden berbahaya terkait mutu distribusi makanan.

Oleh sebab itu, kehadiran MBG diharapkan mampu memperkuat ekosistem pencegahan stunting, terutama bagi sasaran ibu hamil, ibu menyusui, serta balita (3B).

"Sinergi lintas sektor dalam penanganan stunting. Selama ini, praktik baik (best practice) pelayanan (bagi ibu hamil hingga balita) di daerah sudah terbukti berjalan efektif, oleh karena itu, kami perlu memberikan arah evaluasi implementasi MBG tanpa menghilangkan peran sistem pelayanan yang sudah ada," ucap Budi.

Terkini