Sekolah Rakyat Bogor Senilai Rp284 Miliar Siap Tampung 1.080 Siswa

Senin, 29 Juni 2026 | 11:48:09 WIB
Sekolah Rakyat di Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor. (FOTO:NET)

BOGOR - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sedang melaksanakan pembangunan Sekolah Rakyat yang terletak di Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Proyek infrastruktur tersebut menghabiskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan nilai mencapai Rp284 miliar dan diestimasikan dapat menampung hingga 1.080 murid dari tingkatan SD, SMP, sampai SMA.

Proses pengerjaannya dikerjakan pada area perbukitan tanah berlereng dengan total luas 6,96 hektar pada ketinggian berkisar 161 meter di atas permukaan laut (MDPL).

Bermacam sarana prasarana disediakan terpadu dalam satu area, mencakup gedung sekolah bagi tiap tingkatan sekolah, pemukiman asrama putra dan putri, tempat tinggal guru, aula serbaguna, sarana ibadah, tempat makan, area olahraga, ruang terbuka hijau, beserta komponen pendukung yang lain.

Menteri PU Dody Hanggodo mengutarakan bahwa pendirian Sekolah Rakyat ini menjadi bagian dari langkah nyata pihak otoritas demi memperlebar keterjangkauan sekolah bermutu tinggi sekaligus investasi masa depan bagi penguatan kapasitas SDM.

"Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas sehingga dapat segera dimanfaatkan masyarakat dan mendukung pemerataan akses pendidikan," ujar Dody, dikutip Minggu (28/06/2026).

Pengerjaan megaproyek ini mendapati hambatan semenjak fase awal pengerjaan konstruksi.

Kondisi tanah yang berwujud perbukitan terjal menjadikan tahapan penataan lahan dengan teknik pengerukan dan penimbunan memerlukan rentang waktu kurang lebih dua bulan sebelum beranjak ke fase konstruksi fisik.

Di samping itu, tingkat curah hujan yang tergolong tinggi beserta keterbatasan jalur transportasi menuju tempat kejadian turut menjadi hambatan tersendiri dalam menyalurkan bahan bangunan.

Kepala Satuan Kerja Prasarana Strategis Jawa Barat Tomi Hendratno menyebutkan area pembangunan pada mulanya merupakan kawasan hutan belantara dengan kondisi lereng berundak yang terbilang ekstrem.

"Namun Kementerian PU bisa melaksanakan itu dari lahan berkontur disulap menjadi pusat pendidikan dan pusat pertumbuhan ekonomi," kata Tomi.

Menurut pemaparannya, untuk waktu sekarang ini pengerjaan proyek masih dalam fase penyelesaian akhir, termasuk di dalamnya pengerjaan kokohnya tanggul penahan tanah guna memelihara keamanan lereng perbukitan.

"Sekarang masih proses finishing dan penguatan dinding penahan tanah karena harus menjaga dari lereng," tambahnya.

Walaupun dihadapkan pada rentetan rintangan, pengerjaan Sekolah Rakyat Bogor senantiasa memperlihatkan tren peningkatan yang positif.

Sampai dengan tanggal 26 Juni 2026, capaian fisik megaproyek yang digarap oleh PT Brantas Abiraya (Persero) dan PT Prima tersebut dilaporkan sudah menyentuh angka 80,21 persen.

Dalam rangkaian aktivitas pembangunannya, proyek strategis ini menyerap sebanyak 960 tenaga kerja serta disokong oleh 25 anggota TNI-AD Teritorial Pembangunan (TP).

Kementerian PU menargetkan kompleks pendidikan terintegrasi ini dapat mulai dioperasikan pada bulan Juli 2026 supaya bisa dipakai dalam menyambut kehadiran murid-murid baru pada Tahun Ajaran 2026/2027.

Selain memperluas keterjangkauan sarana pendidikan, berdirinya Sekolah Rakyat Bogor ini juga diproyeksikan mampu mendongkrak geliat ekonomi serta kemajuan wilayah di area Jasinga, Kabupaten Bogor.

Terkini