JAKARTA - Masa penurunan aktivitas ekonomi yang berlangsung dalam jangka waktu lama serta sering kali memicu dampak seperti melonjaknya harga kebutuhan pokok, pemutusan hubungan kerja, hingga meningkatnya angka kemiskinan dikenal sebagai krisis ekonomi.
Oleh sebab itu, mempunyai pengetahuan dan keahlian dalam mengelola keuangan pribadi secara efisien menjadi perkara yang amat krusial demi memastikan stabilitas finansial tetap terjaga.
Saat menghadapi kondisi yang penuh ketidakpastian ini, tindakan awal yang teramat penting untuk diterapkan yaitu tetap tenang dan tidak panik.
Banyak isu miring atau informasi yang belum terverifikasi kebenarannya sering kali beredar luas pada masa-masa sulit seperti sekarang.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau agar tidak segera mengambil tindakan secara reaktif, melainkan wajib senantiasa melakukan pengecekan serta pembuktian kembali pada tiap informasi yang diterima.
Selepas situasi tersebut dapat dikendalikan, langkah awal berikutnya yang memegang peranan penting yaitu melakukan peninjauan pada kondisi keuangan pribadi secara menyeluruh.
Proses pemeriksaan ini mencakup perhitungan pada total pemasukan, pos pengeluaran, kewajiban utang, hingga seluruh aset yang dimiliki saat ini.
Melalui evaluasi itu, seseorang bisa memahami dengan terang posisi finansial terkini serta merancang langkah taktis berikutnya.
Salah satu pilar penopang utama dalam menghadapi situasi yang tidak menentu ini yaitu kepemilikan dana darurat, yakni tabungan yang dialokasikan khusus untuk membiayai kebutuhan dalam jangka waktu tertentu saat tidak ada pemasukan atau demi menghindar dari utang baru.
Simpanan ini berfungsi sebagai bantalan finansial saat seseorang diperhadapkan pada kondisi yang tidak terduga, seperti kehilangan mata pencaharian ataupun adanya biaya medis yang bersifat mendesak.
Jumlah dana cadangan yang ideal minimal dapat mencukupi 3-6 bulan biaya kebutuhan hidup bulanan.
Bagi individu yang belum berumah tangga, disarankan untuk mengalokasikan tabungan ini sebesar 3-6 kali nilai pemasukan bulanan.
Sementara itu, bagi mereka yang telah membangun rumah tangga dan memiliki anak, jumlah ideal yang wajib disiapkan yaitu sebanyak dua belas kali lipat dari penghasilan bulanan.
Tempat penyimpanan dana cadangan ini sebaiknya dipilih pada instrumen keuangan yang bersifat likuid atau mudah dicairkan serta terjamin keamanannya, seperti rekening bank, reksa dana pasar uang, maupun deposito berjangka.
Menyusun perencanaan anggaran menjadi sebuah tahapan yang amat penting dalam mengelola keuangan individu.
Rencana anggaran yang efektif harus dapat memetakan seluruh sumber pemasukan serta memisahkan setiap jenis pengeluaran, baik yang bersifat tetap maupun pengeluaran variabel.
Melalui pencatatan yang konsisten tersebut, Anda dapat memetakan kebutuhan apa saja yang menjadi prioritas utama serta mana yang tidak diperlukan saat ini.
Selepas perencanaan anggaran selesai dibuat, langkah berikutnya yang wajib diterapkan yaitu memangkas pos pengeluaran yang sifatnya tidak mendesak.
Berikan skala prioritas pada pemenuhan kebutuhan dasar atau primer, dilanjutkan kebutuhan sekunder, baru setelah itu kebutuhan tersier, serta pastikan untuk membelanjakan uang pada barang yang benar-benar dibutuhkan dan bukan sekadar menuruti keinginan sesaat.
Langkah efisiensi anggaran ini bisa diterapkan pada pemenuhan pos tersier, misalnya dengan membatasi pembelian produk-produk mewah atau menunda rencana berlibur ke luar negeri.
Pengaturan kewajiban utang secara cermat dan hati-hati juga menjadi aspek yang amat esensial saat terjadi krisis.
Dahulukan penyelesaian utang konsumtif yang menetapkan suku bunga tinggi, seperti tagihan kartu kredit atau pinjaman daring, demi menekan beban bunga harian sekaligus melonggarkan perputaran kas bulanan.
Jika situasi masih memungkinkan, sebisa mungkin hindari membuat komitmen utang baru yang tidak bersifat mendasar atau untuk membiayai kebutuhan yang bukan menjadi prioritas utama.
Kondisi krisis mempunyai potensi besar untuk memperberat beban utang yang ada akibat adanya kemungkinan kenaikan suku bunga pasar serta terjadinya penurunan pemasukan.
Langkah menerapkan diversifikasi pada sumber pemasukan bisa menjadi sebuah strategi yang dinilai amat efektif.
Asah dan kembangkan hobi serta keahlian yang mempunyai nilai ekonomis agar dapat dialihkan menjadi sumber pendapatan pasif maupun bisnis sampingan.
Perkembangan dunia digital saat ini telah membuka banyak peluang baru serta menghadirkan berbagai kemudahan bagi masyarakat untuk mendulang penghasilan tambahan secara daring, salah satu contohnya dengan menjadi seorang dropshipper.
Pada sektor penempatan dana atau investasi, di kala situasi perekonomian sedang berada dalam kondisi tidak menentu, hindari menaruh modal pada instrumen yang mempunyai tingkat risiko tinggi serta sensitif terhadap fluktuasi pasar.
Sebaliknya, segera alihkan dana yang dimiliki ke dalam instrumen investasi yang dinilai lebih aman serta mempunyai nilai yang stabil.
Terdapat beberapa opsi instrumen investasi yang dinilai stabil serta mempunyai profil risiko rendah saat terjadi krisis, di antaranya:
Emas/Logam Mulia: Aset ini menjadi pilihan konvensional yang sudah teruji kemampuannya dalam mengantisipasi laju inflasi serta bertahan di tengah guncangan ekonomi.
Komoditas ini mempunyai nilai yang cenderung stabil bahkan sering kali mengalami kenaikan harga di masa-masa sulit.
Deposito: Produk simpanan berjangka dari perbankan ini menawarkan tingkat pengembalian bunga yang bersifat tetap serta memperoleh jaminan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), sehingga menjadi opsi yang amat aman untuk menaruh dana cadangan atau dana jangka pendek.
Obligasi Negara: Produk surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah, seperti Obligasi Ritel Indonesia (ORI) maupun Surat Berharga Negara (SBN), mempunyai tingkat keamanan yang tinggi karena dijamin penuh oleh negara serta memberikan imbal hasil yang bersifat tetap, sehingga amat pas bagi tipe investor yang konservatif.
Reksa Dana Pasar Uang: Produk investasi ini menempatkan modalnya pada instrumen keuangan jangka pendek yang mempunyai tingkat risiko rendah serta tingkat likuiditas yang tinggi, sehingga amat sesuai untuk para investor yang baru memulai.
Di samping ketepatan dalam memilih jenis instrumen, langkah diversifikasi dalam portofolio investasi juga memegang peranan yang amat penting.
Sebarkan kepemilikan aset ke dalam bermacam-macam jenis instrumen investasi, mulai dari yang berisiko rendah, tingkat risiko menengah, hingga instrumen berisiko tinggi, sebagai sebuah langkah perlindungan yang dinilai efektif dalam menghadapi kondisi pasar yang bergejolak.
Upaya untuk meningkatkan pemahaman atau literasi keuangan merupakan faktor kunci dalam merumuskan strategi finansial yang aman saat krisis ekonomi melanda.
Sediakan waktu khusus untuk mempelajari tata cara pembuatan anggaran, seluk-beluk investasi, teknik pengelolaan utang, hingga metode perlindungan terhadap aset yang dipunyai.
Mempunyai pemahaman yang mendalam mengenai dunia keuangan akan amat membantu Anda dalam mengambil setiap keputusan finansial secara lebih bijak.
Terapkan proses peninjauan terhadap kondisi keuangan pribadi ini secara berkala, sekurang-kurangnya satu kali dalam sebulan.
Periksa kembali pos pemasukan, pengeluaran kas, saldo tabungan, perkembangan investasi, hingga akumulasi total utang.
Melalui peninjauan yang diterapkan secara berkala ini, Anda dapat melakukan langkah penyesuaian strategi secara lebih cepat jika terjadi perubahan pada kondisi ekonomi makro.