Volume Ekspor Bea Cukai Manokwari Mei 2026 Turun 38,68 Persen

Selasa, 30 Juni 2026 | 12:17:01 WIB
Kepala Seksi Pabean dan Cukai KPPBC Manokwari Feredy (kiri) (FOTO: NET)

MANOKWARI - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Manokwari, Papua Barat melaporkan bahwa volume ekspor sepanjang Mei 2026 tercatat sebesar 110,74 juta kilogram, atau menyusut 38,68 persen dibandingkan Mei 2025 yang mencapai 180,6 juta kilogram.

Kepala Seksi Pabean dan Cukai KPPBC Manokwari Feredy di Manokwari, Senin, menyampaikan bahwa penurunan volume ekspor tersebut dipicu oleh berkurangnya permintaan komoditas cement clinker dari pasar internasional.

“Penurunannya cukup signifikan sehingga memengaruhi keseluruhan volume ekspor dari wilayah kerja Bea Cukai Manokwari,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, performa ekspor di lingkup kerja KPPBC Manokwari masih didominasi produk semen dari PT Conch West Papua Cement yang mencakup cement clinker, hydraulic cement, serta portland composite cement.

Realisasi pengiriman hydraulic cement menyentuh 48,74 juta kilogram atau berkurang sekitar 1,33 persen dari tahun lalu, sementara ekspor portland composite cement naik sekitar 90,18 persen menjadi 62 juta kilogram.

Dari perspektif nilai, tutur Feredy, total ekspor periode Januari hingga Mei 2026 adalah 4,63 juta dolar AS atau terkoreksi 24,92 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 6,16 juta dolar AS.

Secara akumulatif, pendapatan negara dari sektor kepabeanan sampai Mei 2026 tercatat Rp17,93 miliar atau anjlok 36,94 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp28,44 miliar.

“Timor Leste jadi negara dengan tujuan ekspor tertinggi sekitar 67 persen dari total ekspor pada Mei 2026, sedangkan sisanya ke Papua Nugini,” ujarnya.

Menurut Feredy, kegiatan impor selama Januari-Mei 2026 masih dipenuhi oleh pemasukan bahan baku dan bahan penolong guna menunjang produksi PT Conch West Papua Cement, yakni komoditas natural gypsum.

Kinerja impor hingga 31 Mei 2026 turut mengalami penurunan volume sebesar 31,28 persen menjadi 116 juta kilogram dibanding periode sama tahun 2025 yakni 168,8 juta kilogram.

"Hingga 31 Mei 2026 ada satu kali kegiatan impor dengan tarif bea masuk lima persen sehingga menghasilkan penerimaan sebesar Rp1,356 miliar. Nilai impor turun 42,35 persen dari Rp210,64 miliar menjadi sekitar Rp121,42 miliar.

Selain melaksanakan fungsi penerimaan negara, ucapnya, Bea Cukai Manokwari terus berupaya memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berorientasi ekspor lewat sosialisasi, asistensi, serta kunjungan langsung ke pelaku usaha.

Program tersebut bekerja sama dengan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Papua Barat untuk memberi pendampingan bagi pelaku UMKM agar dapat menjangkau pasar internasional.

"Di bidang pengawasan, hingga Mei 2026 kami telah menindak 6.529 batang hasil tembakau tanpa dilekati pita cukai yang kemudian ditetapkan sebagai Barang Dikuasai Negara," jelasnya.

Terkini