Suku Osing Sukses Ubah Kekayaan Budaya Jadi Sumber Penghasilan

Selasa, 30 Juni 2026 | 12:22:01 WIB
Warga Desa Kemiren memainkan alat tumbuk padi. (FOTO:NET)

BANYUWANGI - Masyarakat Suku Osing yang menetap di Desa Kemiren, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, sukses mengonversi kekayaan tradisi budaya menjadi ladang pemasukan ekonomi.

Formulasi pengembangan Desa Wisata Kemiren tersebut diawali lewat ikhtiar kolektif warga dalam merawat adat istiadat Suku Osing agar tidak terkikis oleh peradaban modern.

Walau begitu, sebagian besar penduduk Kemiren sampai saat ini sejatinya masih menggantungkan hidup sebagai petani padi.

"Mayoritas petani padi. Masuk di bidang wisata ini sebetulnya salah satu cara yang saat ini relevan dengan keadaan pertanian yang tidak pasti. Pariwisata bisa memberikan cara mendapatkan pendapatan yang lebih mudah dan stabil," ungkap Penggerak Desa Sejahtera Astra (DSA) Kemiren, Mohammad Edy Saputro, saat ditemui di Desa Kemiren, Jumat (26/6/2026).

Ia mengimbuhkan bahwa tata kelola Desa Wisata Kemiren dijalankan secara mandiri oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) terhitung semenjak tahun 2022, lewat sajian aneka aktivitas rekreasi berbasis kultur melalui paket edukasi membatik, pemrosesan biji kopi, pertunjukan tari Gandrung, mencicipi kuliner otentik Osing, sampai bermalam di kediaman warga atau homestay.

"Homestay bukan kami manajemennya, homestay itu milik warga. Kami hanya membantu untuk memasarkan, kami bantu menawarkan," imbuh Edy.

Sepanjang periode tahun 2025 yang lalu terdata ada sebanyak 3.683 pelancong domestik serta 114 pelancong dari mancanegara yang berkunjung menuju Desa Wisata Kemiren.

Edy memaparkan, hingga memasuki fase pertengahan tahun 2026 ini akumulasi jumlah pesanan tempat melancong telah menyentuh angka 3.143 wisatawan domestik serta 135 wisatawan asing.

Dalam kurun waktu satu tahun berjalan, perolehan laba kotor dari operasional desa wisata di ujung timur Pulau Jawa ini mampu menembus nominal Rp 500 sampai Rp 700 juta.

Sebagian besar dari perolehan dana tersebut diserahkan secara langsung kepada para warga pemilik fasilitas homestay.

"Sisanya (pendapatan) ya untuk tutor-tutor edukasi, pemandu wisata, ini profitnya mungkin enggak sampai 10 persen karena memang kami memaksimalkan warga dapat semuanya, keuntungan. Karena memang ini kami bikin bersama, yang (uang) penting ada, kami enggak rugi," beber Edy.

Pencapaian Desa Kemiren dalam memajukan sektor wisata berbasis budaya ini semakin diperkokoh lewat sokongan program Desa Sejahtera Astra semenjak tahun 2024.

Edy mengutarakan, semenjak periode tersebut perluasan program desa mulai merambah ke sektor layanan kesehatan, edukasi, hingga pengelolaan lingkungan hidup.

Pada ranah kesehatan, desa ini melangsungkan agenda kegiatan Posyandu bersinergi dengan para kader PKK.

Sementara itu, pada sektor edukasi dibentuk aneka program bimbingan belajar serta pengadaan ruang bermain bagi kalangan anak-anak.

Di bidang kelestarian lingkungan, warga mulai menerapkan sistem pemilahan untuk jenis sampah non-organik serta pemrosesan limbah sampah organik menjadi pupuk kompos.

Head of Corporate Communications PT Astra International Tbk, Windy Riswantyo menjabarkan bahwa Desa Sejahtera Astra Kemiren memajukan potensi andalan berwujud Desa Wisata Adat Osing Kemiren yang berkelanjutan melalui cara mengangkat warisan kebudayaan masyarakat Osing selaku suku pribumi Banyuwangi.

Peninggalan adat istiadat tersebut hingga kini terpantau masih terjaga dengan apik, mulai dari ritus Barong Ider Bumi, perayaan Tumpeng Sewu, pementasan Tari Gandrung, hidangan kuliner khas, alunan musik tradisional, sampai model arsitektur bangunan rumah adat Osing.

"Desa Sejahtera Astra Kemiren merupakan living museum bagi suku Osing yang secara konsisten melestarikan kebudayaan Osing seperti Barong Ider Bumi, Tumpeng Sewu, Tari Gandrung, Kuliner Lokal, Musik Tradisional dan Arsitektur Osing," tutur dia.

Rangkaian pembinaan lewat sektor kesehatan, edukasi, penjagaan lingkungan, serta bidang kewirausahaan, sejauh ini sudah menjangkau kisaran 300 warga setempat.

Windy menambahkan, geliat pertumbuhan sektor pariwisata ini ikut membentangkan peluang bisnis baru bagi warga lewat penyediaan 50 unit homestay berbekal total kapasitas 92 kamar, serta keterlibatan 40 pelaku usaha lokal yang bergelut di bidang kuliner, produk kerajinan tangan, dan kopi.

Semenjak periode tahun 2019, Desa Sejahtera Astra Kemiren pun sukses mendulang bermacam apresiasi di bidang pariwisata serta kebudayaan baik pada level nasional maupun kancah internasional, mencakup Penghargaan Wonderful Indonesia Impact serta Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) dari Kementerian Pariwisata, hingga penghargaan ASEAN Tourism Award 2025.

Agenda program DSA sendiri menjelma sebagai wujud kontribusi sosial dari pihak korporasi yang kini telah menjangkau lebih dari 1.500 desa tersebar di 35 provinsi.

Terkini