Permudah Sineas, Pemprov DKI Hadirkan Jakarta Film Commission

Selasa, 30 Juni 2026 | 13:15:01 WIB
Jakarta Film Commision.(FOTO:NET)

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta secara resmi merilis Jakarta Film Commission (JFC).

Terobosan ini dibentuk sebagai fasilitas pelayanan terpadu satu atap atauone-stop film service guna memperkokoh sendi-sendi industri sinema sekaligus merealisasikan komitmen Jakarta sebagai Kota Sinema di tingkat dunia.

Fasilitas pelayanan tersebut dikelola lewat program Filming in Jakarta oleh Jakarta Experience Board (JXB) di bawah naungan PT Jakarta Tourisindo.

Berperan menjadi stimulan bagi industri perfilman, JFC bakal menyokong kelancaran tiap-tiap tahapan pembuatan film di Jakarta, contohnya seperti efisiensi anggaran pengambilan gambar serta mempertemukan para produser domestik maupun mancanegara dengan jaringan vendor di Jakarta yang telah mengantongi standar dan sertifikasi kelas dunia.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno mengatakan platform resmi ini akan memfasilitasi sineas dalam berbagai kebutuhan produksi, mulai dari perizinan, akses lokasi, hingga koordinasi di lapangan.

"Semuanya dirancang untuk mempermudah proses produksi bagi tim lokal maupun internasional," ujar pria yang akrab disapa Bang Rano ini dalam keterangannya, Senin (29/6/2026).

Fasilitas terintegrasi yang disajikan oleh JFC mencakup terobosan dan dukungan yang menyeluruh, beberapa di antaranya meliputi:

? Pemberian insentif keringanan Pokok Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) atas Jasa Kesenian dan Hiburan untuk Tontonan Film Nasional hingga 50 persen. 

? Integrasi Perizinan Antar-OPD: Menghadirkan jaminan ketepatan waktu serta transparansi prosedur operasional standar (SOP) demi memotong birokrasi legalitas pembuatan film. 

? Pusat Data Akses Lokasi: Menyuguhkan kemudahan akses menuju direktori titik lokasi pengambilan gambar di Jakarta, termasuk kompilasi wilayah ikonis sampai keunikan sudut kampung kota yang riil. 

? Efisiensi dan Tolok Ukur Global: Mempertemukan produser lokal serta mancanegara dengan ekosistem mitra vendor di Jakarta yang sudah lolos kriteria standar dan sertifikasi internasional.

Direktur Utama Jakarta Experience Board, Yunn Bali Mohammad Yusuf mengaku bangga pihaknya bisa mengambil peran kunci dalam mengelola Filming in Jakarta. Ia siap menjadikan JFC sebagai mitra terbaik sineas untuk mengeksplorasi potensi Jakarta sebagai latar cerita kelas dunia.

"Tugas kami memastikan JFC tidak hanya menjadi pusat informasi, tetapi juga menjadi sahabat dan mitra terbaik bagi para pembuat film," tutur Yunn.

Demi mendirikan ikatan komunitas yang solid, JFC sekarang membuka jalur registrasi keanggotaan untuk para sineas serta korporasi rumah produksi agar dapat menikmati keuntungan khusus.

Sebagai program lanjutan selepas peluncuran resmi ini, JFC sedang menggodok sejumlah rencana agenda kerja pada periode kuartal berikutnya.

Bagi yang membutuhkan data lebih mendalam seputar Jakarta Film Commission, panduan titik lokasi pengambilan gambar, serta mekanisme legalitas Filming in Jakarta, dipersilakan untuk mengakses laman https://jfc.co.id.

Terkini