Kasus 3 Polisi Gugur di Katingan, 2 Pelaku Penyerangan Ditangkap

Senin, 06 Juli 2026 | 13:08:58 WIB
Ilustrasi polisi. (FOTO:NET)

KATINGAN - Tim gabungan dari Polda Kalimantan Tengah berhasil meringkus dua orang yang disinyalir ikut andil dalam aksi penyerangan terhadap anggota Satresnarkoba Polres Katingan kala melakukan operasi penggerebekan bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kamis (2/7/2026).

Walaupun begitu, pihak berwajib hingga kini masih melakukan pengejaran terhadap beberapa oknum pelaku lainnya yang ditengarai ikut mengeroyok petugas di lapangan.

Tindakan penangkapan ini dilaksanakan pascaterjadinya peristiwa penggerebekan narkotika yang mengakibatkan tewasnya tiga personel kepolisian.

Dua orang terduga pelaku penyerangan yang kini telah dijebloskan ke tahanan masing-masing diketahui memiliki inisial S alias A serta R.

S berhasil diciduk di sebuah area lanting penyedot emas yang bertempat di kawasan Desa Tumbang Pariyei, Kecamatan Katingan Tengah, pada hari Jumat (3/7/2026).

Tatkala aparat tiba di tempat tersebut, ia tengah bersama dengan sang istri dan menunjukkan sikap yang kooperatif sehingga jalannya proses penangkapan dapat terlaksana tanpa adanya aksi perlawanan.

Di sisi lain, terduga pelaku berinisial R berhasil dibekuk pada hari Minggu (5/7/2026).

Aparat kepolisian meringkusnya sehabis melakukan langkah pengembangan penyelidikan dari keterangan pelaku yang sudah lebih dahulu diamankan.

Kendati dua oknum telah sukses dijaring, jajaran kepolisian dipastikan tetap memburu sejumlah pelaku lain yang diduga kuat ikut terlibat dalam aksi kekerasan terhadap personel sewaktu operasi penggerebekan bandar sabu tersebut berjalan.

Sebelumnya, Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono memberikan penjelasan bahwa jalannya operasi ini diawali dari penggerebekan terhadap oknum yang diduga sebagai bandar narkoba di kawasan Desa Tumbang Kalemei.

Lewat operasi penindakan tersebut, pihak kepolisian sebenarnya telah berhasil mengamankan satu orang terduga pelaku.

Akan tetapi, kondisi di lapangan mendadak berubah mencekam sewaktu sejumlah anggota keluarga dari terduga pelaku disinyalir melakukan aksi perlawanan dengan memakai senjata tajam saat proses penangkapan berlangsung.

Tindakan perlawanan fisik tersebut lantas memicu kedatangan massa warga lainnya ke tempat kejadian perkara hingga membuat situasi menjadi tidak dapat dikendalikan lagi.

Para personel kepolisian di lapangan kemudian berusaha untuk menyelamatkan diri masing-masing sekaligus berupaya meredam situasi yang chaos.

Dalam peristiwa berdarah tersebut, Aipda Yudhi Perdana Putra dinyatakan gugur sewaktu menunaikan kewajiban tugasnya, sementara dua rekan anggota lainnya sempat dilaporkan hilang pascaoperasi selesai.

Pasukan gabungan selanjutnya dikerahkan untuk melakukan penyisiran di sekeliling tempat kejadian perkara serta menyusuri sepanjang aliran sungai guna melacak keberadaan kedua personel yang hilang.

Jasad dari Bripda Nopandri Ramadhan pada akhirnya berhasil ditemukan pada hari Sabtu (4/7/2026).

Satu hari berselang, tepatnya pada hari Minggu (5/7/2026), tim gabungan kembali berhasil menemukan jasad dari Aiptu Sumariyanto.

Terkini