BEIJING - Pemerintah China menyatakan bahwa naiknya permintaan produk pendingin udara portabel buatan mereka di kawasan Eropa memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak.
"Perdagangan China-UE telah menguntungkan konsumen dan menguntungkan pedagang. Ini bukanlah sesuatu yang dapat dipaksakan, tetapi hasil dari pilihan bersama yang menguntungkan kedua belah pihak," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Senin (6/7).
Tingginya suhu panas ekstrem di Eropa memicu lonjakan pengiriman barang pendingin udara dari China ke wilayah tersebut.
Berdasarkan data bea cukai China, pada Juni 2026 terjadi kenaikan sebesar 72,8 persen secara tahunan, sementara total ekspor pendingin udara China ke Uni Eropa menembus 3,76 miliar dolar AS di semester pertama 2026, meningkat 43,2 persen dari tahun 2025.
Produk yang paling banyak dicari adalah pendingin ruangan portabel dari manufaktur China seperti Dreame, Gree, Haier, dan Midea.
Selain unit tersebut, perangkat seperti pembuat es, kipas angin, kipas genggam, topi dengan pendingin, perangkat pengontrol suhu pintar, hingga selimut pendingin juga banyak diburu pembeli baik secara daring maupun luring.
"Apakah barang-barang China 'kelebihan kapasitas' atau kekurangan pasokan? Konsumen dapat memutuskan sendiri. Produk berkualitas yang diminati dan harganya wajar secara alami akan menemukan pasar yang cocok," tambah Mao Ning.
Mao Ning menegaskan bahwa hubungan perdagangan antara China dan Uni Eropa terbentuk dari hubungan ekonomi yang saling melengkapi dan didorong oleh kebutuhan pasar.
"Semoga Uni Eropa akan melihat segala sesuatunya dari perspektif yang tepat, meninggalkan mentalitas 'zero-sum' dan bekerja sama dengan China untuk memperbesar lingkup kerja sama yang saling menguntungkan," ungkap Mao Ning.
Direktur Ningbo Heallux International Trading Co., Hu Benchun, dalam wawancaranya dengan media pemerintah China menjelaskan bahwa hal tersebut terjadi karena tingginya biaya instalasi AC permanen di Eropa, sehingga unit portabel dari Tiongkok menjadi solusi alternatif yang efisien.
Berbeda dengan wilayah Amerika Serikat atau kota-kota di Asia, pendingin udara masih jarang dijumpai di kediaman warga Eropa, sebab mayoritas bangunan tua dan perumahan umum di sana dirancang untuk menahan suhu dingin musim dingin, bukan untuk mengatasi panas ekstrem.
Keunggulan lain dari produk China adalah efisiensi penggunaan listrik dengan teknologi yang dirancang khusus untuk memenuhi standar serta aturan pasar global.
Unit pendingin portabel ini sangat dibutuhkan di ruang kelas, panti jompo, hingga apartemen tinggi untuk meminimalisir risiko serangan panas, dehidrasi, atau dampak kesehatan yang lebih serius.
Di Paris, Prancis, para pembeli terlihat antre sejak sebelum toko elektronik milik perusahaan China, Xiaomi, buka demi mendapatkan kipas angin listrik.
Selama bertahun-tahun, pendingin ruangan tidak dianggap sebagai kebutuhan utama di berbagai rumah di Eropa.
Banyak konsumen di Inggris, Prancis, dan Jerman sebelumnya menganggap suhu panas hanya fenomena singkat di musim panas, sehingga banyak infrastruktur bangunan yang tidak dibuat untuk menghadapi suhu panas ekstrem.
Pandangan tersebut bergeser seiring meningkatnya frekuensi, durasi, dan intensitas gelombang panas yang mengganggu kesehatan dan kenyamanan, terutama bagi anak-anak, lanjut usia, serta penderita penyakit kronis.
Gelombang panas yang berlangsung sejak 20 Juni ini merupakan rekor terburuk dalam sejarah, dengan suhu menyentuh 40 derajat Celcius selama akhir pekan di Jerman, Republik Ceko, dan Polandia.
Ekspor AC ke pasar Amerika Utara juga mengalami kenaikan, dengan catatan pengiriman 469.000 unit pada Mei atau tumbuh 12 persen secara tahunan.
Tidak hanya AC, permintaan untuk kipas angin portabel pun terus meningkat.