Penjagaan Ketat di Polda Metro Jaya, Identitas Pengunjung Dicek

Jumat, 10 Juli 2026 | 13:31:29 WIB
Pengamanan ketat oleh personel polisi bersenjata di area pintu masuk Mapolda Metro Jaya masih terus diberlakukan hingga Jumat (10/7/2026) pagi.(FOTO:NET)

JAKARTA - Penjagaan ketat oleh aparat kepolisian bersenjata di area pintu masuk Mapolda Metro Jaya terpantau masih terus diterapkan sampai Jumat (10/7/2026) pagi.

Melalui pantauan langsung di area tersebut, gerbang masuk sisi belakang yang mengarah dari kawasan SCBD tampak masih dikawal oleh personel kepolisian dengan senjata lengkap.

Terlihat ada sekitar enam anggota Korps Brigade Mobil (Brimob) dengan senjata laras panjang yang bersiaga serta berbaris di dekat pos penjagaan.

Di samping itu, empat anggota dari satuan Samapta juga ikut diterjunkan guna membantu menertibkan arus masuk kendaraan sekaligus memeriksa identitas dari para pengunjung.

Segenap pengunjung yang berniat masuk ke dalam kawasan Mapolda Metro Jaya diharuskan melewati proses pemeriksaan terlebih dahulu.

Para pengendara motor, termasuk juga para pengemudi ojek daring, secara bergantian diminta untuk membuka kaca penutup wajah bahkan melepaskan helm mereka.

"Tolong identitasnya dikeluarkan dulu, masker dan helm-nya bisa dibuka," ucap salah satu petugas di gerbang masuk.

Aparat yang bertugas di lapangan juga mengecek kartu identitas dari setiap pengunjung dan menanyakan tujuan keperluan mereka di dalam Polda Metro Jaya, termasuk kepada para awak media.

Keadaan ini tergolong berbeda dari situasi pada hari-hari biasanya, yang mana para pengunjung, anggota, sampai awak media dapat langsung masuk hanya dengan melakukan tap kartu uang elektronik.

Sistem penjagaan berlapis ini mengakibatkan laju kendaraan di sekitar pintu masuk mengalami sedikit antrean lantaran proses verifikasi identitas yang memerlukan waktu.

Dampaknya, antrean kendaraan untuk masuk ke dalam area Polda Metro Jaya sempat mengular hingga ke kawasan jalan menuju arah keluar ke Jalan Gatot Subroto.

Sementara itu, pengetatan pengamanan di gerbang belakang Mapolda Metro Jaya ini sebetulnya sudah mulai diberlakukan sejak Kamis (9/7/2026) kemarin, tepat usai proses penggeledahan di beberapa titik yang diduga berkaitan dengan kasus penyuapan, korupsi, dan pencucian uang.

Mengenai hal tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto memberikan penjelasan terkait alasan di balik peningkatan pengamanan di lingkungan Mapolda Metro Jaya pada Kamis (9/7/2026) malam.

Menurut Budi, pengamanan sengaja diperketat sejalan dengan bergulirnya rangkaian penyidikan atas dugaan tindak pidana korupsi serta tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berhubungan dengan kasus batu bara, PT Asabri, dan PT CBS-PT KNI.

Bukan hanya itu, peningkatan keamanan dilakukan demi memastikan bahwa seluruh barang bukti yang sudah disita dapat tetap terjaga dalam kondisi aman selama proses penyidikan berjalan.

"Artinya pasti pengamanan baik secara internal, eksternal karena ini barang bukti. Ini harus kami amankan secara bersama-sama, tidak boleh hilang, tidak boleh rusak," kata Budi saat ditemui di lokasi penggeledahan di Cipete, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026) dini hari.

Budi mengimbuhkan bahwa intensitas dari pengamanan tersebut nantinya akan kembali dikurangi sesudah seluruh barang bukti selesai diamankan di Mapolda Metro Jaya serta melewati proses pemeriksaan.

Terkini