Trik beli saham adalah kunci untuk meraih keuntungan di pasar modal meskipun risiko yang dihadapi cukup tinggi. Seperti apa triknya?
Dengan memahami strategi yang tepat, potensi penghasilan hingga Rp1 juta per minggu bukanlah hal yang mustahil.
Berikut akan dibahas cara-cara membeli saham yang dapat meningkatkan peluang profit. Analisis ini disampaikan oleh Reza Priyambada, seorang analis senior dari TRUST Securities.
Karena itu, jangan lewatkan trik beli saham ini sebagai langkah awal kesuksesan investasi Anda. Untuk lebih lengkapnya, mari simak penjelasan berikut.
Trik Beli Saham bagi Pemula
Berikut ini adalah beberapa trik beli saham bagi pemula yang penting untuk diketahui dan bisa diterapkan nantinya.
1. Siapkan Modal Awal Rp25 Juta
Langkah pertama untuk memulai investasi saham adalah menyiapkan modal yang cukup. Agar dapat meraih keuntungan sekitar Rp1 juta per minggu, Anda disarankan memiliki modal awal sebesar Rp25 juta.
Perhitungan ini didasarkan pada potensi keuntungan trading saham atau reksa dana saham yang bisa mencapai 2% hingga 5% per hari dari total modal. Namun, penting untuk menyiapkan dana tersebut dari sumber yang tersedia tanpa meminjam dari bank.
Jika Anda belum memiliki cukup dana, menabung terlebih dahulu adalah langkah terbaik untuk menghindari tekanan finansial.
2. Hindari Membeli Saham yang “Terlarang”
Sebisa mungkin, hindarilah membeli saham dari perusahaan yang masuk kategori “terlarang.” Walaupun sektor-sektor tersebut mungkin sedang berkembang, beberapa perusahaan ini menunjukkan performa yang kurang baik dalam beberapa bulan terakhir.
Hal ini terjadi karena adanya sentimen negatif di dalam perusahaan, terutama terkait masalah pendanaan proyek yang belum jelas atau masih bersifat spekulatif. Untuk itu, lebih baik memilih perusahaan dengan rekam jejak yang lebih stabil.
3. Pertimbangkan Saham Secondliner
Salah satu trik membeli saham yang cukup menjanjikan adalah melirik saham-saham secondliner, seperti BRI Syariah (BRIS) atau Buyung Putra Sembada (HOKI).
Saham-saham secondliner sering direkomendasikan karena meskipun fluktuatif, pergerakan harganya relatif lebih terkendali.
Selain itu, harga saham ini biasanya lebih terjangkau, menjadikannya pilihan yang cocok bagi investor pemula yang ingin meminimalkan risiko.
4. Manfaatkan Momentum Saham Perusahaan Minyak
Kenaikan harga minyak dunia dapat menjadi peluang untuk berinvestasi di saham perusahaan minyak seperti El Nusa (ELSA), Energi Mega Persada (ENRG), atau Medco (MEDC).
Harga saham dari perusahaan minyak ini cenderung lebih rendah, sehingga jumlah lembar saham yang bisa dibeli lebih banyak.
Namun, Anda tetap perlu berhati-hati karena nilai saham di sektor ini juga bisa mengalami penurunan yang cukup tajam. Oleh karena itu, pantau pergerakannya secara berkala untuk mengelola risiko dengan baik.
5. Reksadana Saham
Bagi para investor, terutama yang baru mulai, reksadana saham dapat menjadi alternatif yang menarik jika merasa belum cukup percaya diri untuk langsung membeli saham. Namun, bagaimana cara memilih reksadana saham yang tepat?
Prinsip dalam memilih reksadana saham sebenarnya mirip dengan membeli saham itu sendiri. Hindari pembelian yang sembarangan, dan usahakan membeli ketika Nilai Aktiva Bersih (NAB) per Unit Penyertaan (UP) sedang berada pada posisi lebih rendah.
6. Tarik Dana Ketika Return Mencapai 4 Persen
Trik membeli saham agar keuntungan Rp1 juta per minggu dapat tercapai adalah dengan menarik seluruh dana ketika return investasi telah mencapai 4 persen.
Dengan modal awal Rp25 juta, 4 persen setara dengan Rp1 juta, sehingga strategi ini langsung memberikan hasil sesuai target.
Mengapa harus segera menarik dana? Jika target keuntungan Anda adalah Rp1 juta per minggu, langkah tersebut merupakan cara yang paling aman untuk merealisasikan profit.
Namun, perlu diingat bahwa membiarkan investasi tetap berjalan setelah mencapai return tersebut membawa dua kemungkinan. Di satu sisi, return Anda bisa terus meningkat.
Namun, di sisi lain, harga saham dapat menurun drastis karena sifatnya yang sangat fluktuatif—bahkan bisa berubah dalam hitungan jam. Oleh sebab itu, kewaspadaan dan disiplin menjadi kunci utama dalam mengelola investasi saham.
Cara Memilih Perusahaan Sekuritas Terbaik
Selain memahami trik membeli saham, memilih perusahaan sekuritas yang tepat juga merupakan langkah krusial.
Perusahaan sekuritas berperan sebagai perantara antara investor dan pihak otoritas bursa, yang melibatkan tiga lembaga utama, yaitu Bursa Efek Indonesia (BEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
Masing-masing lembaga tersebut memiliki tugas dan fungsi yang berbeda dalam mendukung kelancaran perdagangan saham.
Perusahaan sekuritas bertugas mengirimkan pesanan jual atau beli saham dari nasabah ke sistem perdagangan bursa yang dikenal sebagai Jakarta Automated Trading System (JATS).
Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan beberapa aspek dalam memilih perusahaan sekuritas yang dapat diandalkan. Hal ini akan membantu memastikan bahwa investasi Anda dikelola dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan.
1. Pastikan Legalitas dan Keamanan Keuangan Perusahaan Sekuritas
Langkah pertama dalam memilih perusahaan sekuritas adalah memastikan bahwa perusahaan tersebut telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Anda juga perlu menelusuri informasi terkait latar belakang perusahaan, seperti pemegang saham dan manajemen, melalui situs resmi kedua otoritas tersebut.
Selain itu, penting untuk mengevaluasi reputasi perusahaan di pasar modal. Cari tahu apakah perusahaan pernah terlibat kasus, seperti penipuan atau pelanggaran lainnya, agar Anda dapat menghindari risiko yang tidak diinginkan.
2. Kemudahan Membuka Rekening Efek untuk Nasabah
Saat ini, OJK dan BEI telah mengizinkan penggunaan tanda tangan elektronik untuk keperluan know your customer (KYC), menggantikan tanda tangan manual.
Peraturan ini memungkinkan calon investor untuk tidak lagi mengisi formulir pembukaan rekening efek (FPR) dan Rekening Dana Investor (RDI) secara manual.
Jika perusahaan sekuritas yang Anda pilih sudah menerapkan layanan ini, proses pendaftaran dan investasi akan menjadi jauh lebih praktis.
Selain itu, pastikan bahwa perusahaan sekuritas tersebut juga menawarkan layanan online trading yang dapat mempermudah transaksi Anda.
3. Pertimbangkan Biaya Transaksi (Beli-Jual)
Sumber pendapatan utama perusahaan sekuritas berasal dari biaya transaksi yang dikenakan pada nasabah saat melakukan pembelian atau penjualan saham. Semakin banyak transaksi yang terjadi, semakin besar pula keuntungan perusahaan tersebut.
Perlu diingat bahwa perusahaan sekuritas asing biasanya memiliki biaya transaksi yang lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan lokal. Oleh karena itu, pilihlah perusahaan sekuritas dengan biaya yang sesuai dengan kebutuhan investasi Anda.
4. Perhatikan Kebijakan Setoran Awal
Setiap perusahaan sekuritas memiliki kebijakan yang berbeda dalam menetapkan jumlah setoran awal. Ada perusahaan yang menetapkan setoran awal minimal Rp10 juta, namun ada pula yang memungkinkan pembukaan rekening hanya dengan modal Rp500 ribu.
Pilihlah perusahaan sekuritas yang menawarkan jumlah setoran awal sesuai dengan kemampuan dan rencana investasi Anda, sehingga Anda dapat memulai investasi dengan nyaman dan sesuai dengan anggaran.
5. Perhatikan Lokasi Kantor Cabang atau Galeri Investasi
Lokasi kantor cabang perusahaan sekuritas juga perlu dipertimbangkan. Dengan mengunjungi kantor cabang atau galeri investasi, Anda dapat memperoleh informasi yang lebih mendalam tentang berbagai hal, seperti tata cara transaksi dan penggunaan aplikasi milik perusahaan.
Selain itu, galeri investasi biasanya menyediakan fasilitas seperti komputer yang dapat digunakan sebagai trading room, sehingga mempermudah Anda dalam melakukan transaksi saham secara langsung.
6. Fasilitas Transaksi yang sesuai dengan Kebutuhan
Pastikan aplikasi transaksi yang disediakan oleh perusahaan sekuritas sesuai dengan kebutuhan Anda. Biasanya, fasilitas yang ditawarkan berupa aplikasi berbasis online, web, maupun mobile.
Setiap jenis aplikasi tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, sehingga penting untuk mencoba dan menilai mana yang paling cocok dengan gaya investasi Anda.
7. Perhatikan Analisis dan Rekomendasi dari Perusahaan Sekuritas
Rekomendasi yang diberikan perusahaan sekuritas juga menjadi faktor penting untuk dipertimbangkan.
Beberapa perusahaan menyediakan analisis pasar dan rekomendasi saham setiap pagi atau setelah penutupan perdagangan, yang dapat membantu investor mengambil keputusan investasi dengan lebih percaya diri.
8. Pilih Rekening Saham Syariah jika Dibutuhkan
Saat ini, banyak perusahaan sekuritas yang menawarkan layanan khusus untuk transaksi saham syariah.
Saham syariah yang telah terdaftar dan diperdagangkan mencapai sekitar 400 emiten, menjadikannya pilihan menarik bagi investor yang ingin berinvestasi sesuai prinsip syariah.
9. Manfaatkan Fasilitas Pinjaman Margin
Bagi investor yang sudah berpengalaman dan ingin mencoba tantangan baru, fasilitas pinjaman margin bisa menjadi opsi menarik. Biasanya, fasilitas ini tersedia bagi nasabah dengan portofolio aset senilai minimal Rp100 juta.
Dengan fasilitas margin, Anda dapat melakukan transaksi dengan modal yang lebih besar, meskipun tetap perlu berhati-hati terhadap risiko yang menyertainya.
Sebagai penutup, dengan memahami dan menerapkan trik beli saham yang tepat, peluang untuk meraih keuntungan dalam investasi akan semakin terbuka lebar.