PNM Dorong Perempuan Prasejahtera Cirebon Tumbuh Lewat Batik dan Warisan Budaya

PNM Dorong Perempuan Prasejahtera Cirebon Tumbuh Lewat Batik dan Warisan Budaya
PNM Dorong Perempuan Prasejahtera Cirebon Tumbuh Lewat Batik dan Warisan Budaya

Cirebon, 20 Februari 2026 – Di balik setiap usaha kecil yang tumbuh di sudut kampung, tersimpan proses panjang yang tak selalu terlihat: belajar, mencoba, jatuh, lalu bangkit kembali. Bagi jutaan perempuan prasejahtera, kesempatan untuk berkembang bukan semata tentang tambahan modal usaha, melainkan tentang kehadiran pihak yang mendampingi dan membuka akses ke peluang yang lebih luas.

Melalui pendekatan pemberdayaan yang menyeluruh, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menghadirkan dukungan berupa pembiayaan, pendampingan usaha, serta akses jejaring kreatif agar pelaku usaha ultra mikro, mikro, dan kecil dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Di Kota Wali Cirebon, komitmen tersebut tercermin dalam kolaborasi karya nasabah PNM Mekaar Cabang Cirebon, Ibu Ariri, seorang pengrajin batik, dengan desainer ternama Indonesia, Rinaldy Yunardi. Karya kolaborasi ini ditampilkan dan dilelang dalam rangkaian kegiatan Sonderlab x Kaca Kreatif pada 23–26 Oktober 2025. Seluruh hasil lelang didonasikan untuk mendukung pendidikan di Indonesia. Kolaborasi ini membuktikan bahwa karya pelaku usaha ultra mikro tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga mampu menghadirkan dampak sosial yang lebih luas.

“Saya tidak pernah menyangka usaha batik yang sederhana bisa tumbuh sejauh ini. Terima kasih kepada PNM yang selalu mendampingi, memberikan pelatihan, hingga akhirnya saya mendapat kesempatan berkolaborasi dengan desainer sekelas Rinaldy Yunardi. Ini bukan hanya kebahagiaan bagi saya, tetapi juga kebanggaan bagi keluarga dan daerah saya,” ujar Ariri.

Selain itu, dari lebih dari 22,9 juta nasabah yang telah diberdayakan hingga Januari 2026, Ibu Sri, pengrajin topeng asal Kota Udang, menjadi salah satu representasi pengusaha yang dinilai siap melangkah ke panggung nasional. Sejak 2010, ia menekuni usaha kerajinan yang berakar dari kecintaannya pada seni topeng. Pengalamannya sebagai penari topeng di Keraton Kasepuhan Cirebon membentuk kedekatan yang kuat dengan budaya lokal.

Inovasi pun terus dilakukan, mulai dari produksi topeng kayu tradisional hingga pengembangan produk turunan seperti pulpen, pensil, dan magnet kulkas berhias topeng, agar seni tradisi tetap hadir dalam keseharian masyarakat.

Momentum penting hadir pada 2022 ketika Ibu Sri bergabung dalam program Mekaar dan memperoleh pendampingan, pelatihan, serta akses pameran. Perjalanan tersebut berlanjut pada 2025 melalui program Mekaarpreneur, yakni inkubasi usaha intensif selama tiga bulan di Bandung. Pemimpin Cabang PNM Cirebon, Erwin Syafriadi, menegaskan bahwa pendampingan berkelanjutan menjadi kunci agar pelaku usaha memiliki daya saing tanpa kehilangan jati diri lokalnya.

Kisah Ibu Sri dan Ibu Ariri menjadi gambaran nyata bahwa dengan akses, pembinaan, dan ruang aktualisasi yang tepat, warisan budaya tidak hanya dapat dilestarikan, tetapi juga tumbuh menjadi sumber kesejahteraan bagi keluarga dan masyarakat sekitarnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index