ASDP

Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk Nonstop 24 Jam, ASDP Operasikan 35 Kapal Tambahan

Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk Nonstop 24 Jam, ASDP Operasikan 35 Kapal Tambahan
Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk Nonstop 24 Jam, ASDP Operasikan 35 Kapal Tambahan

JAKARAT - Menghadapi lonjakan arus kendaraan jelang Lebaran dan penutupan layanan saat Hari Raya Nyepi, PT ASDP Indonesia Ferry menyiapkan strategi operasional ekstra untuk memastikan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk tetap lancar. 

Penambahan armada dan pola layanan baru diterapkan untuk mempercepat proses, mengurangi antrean, serta memberikan kenyamanan maksimal bagi penumpang dan kendaraan logistik.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry, Windy Andale, menjelaskan bahwa peningkatan mobilitas masyarakat dan arus kendaraan logistik menjadi faktor utama di balik penguatan layanan. “ASDP menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan sebagian pengguna jasa. 

Peningkatan pergerakan kendaraan terjadi karena tingginya antusiasme masyarakat dan kendaraan logistik yang menyeberang dari Bali menuju Jawa menjelang penutupan layanan penyeberangan saat Hari Raya Nyepi,” ujar Windy.

Dengan langkah ini, ASDP tidak hanya memastikan arus mudik tetap lancar, tetapi juga meminimalisasi risiko kemacetan di pelabuhan yang biasa terjadi saat puncak musim mudik.

Penambahan Armada untuk Melayani 24 Jam Nonstop

Dari pola layanan normal yang biasanya mengoperasikan 28 kapal, ASDP menambah tujuh kapal sehingga total 35 kapal kini beroperasi secara bergantian selama 24 jam. “Dengan armada yang bergerak nonstop, kapasitas angkut meningkat sehingga proses penyeberangan dapat berlangsung lebih cepat dan antrean kendaraan dapat terurai secara bertahap,” tambah Windy.

Selain jumlah armada yang lebih banyak, enam kapal juga menerapkan pola operasional TBB (Tiba–Bongkar–Berangkat). Skema ini memungkinkan kapal yang tiba di pelabuhan langsung menurunkan muatan dan kembali berlayar tanpa memuat kendaraan dari lokasi tersebut, sehingga siklus layanan kapal menjadi lebih cepat dan efisien.

Dermaga dan Infrastruktur Mendukung Operasional

Operasional penyeberangan Ketapang–Gilimanuk didukung oleh 17 dermaga aktif. Di Pelabuhan Ketapang terdapat sembilan dermaga, yang terdiri dari empat dermaga MB, tiga dermaga LCM, satu ponton, dan satu Bulusan. Sementara Pelabuhan Gilimanuk memiliki delapan dermaga, terbagi menjadi empat dermaga MB dan empat dermaga LCM.

Dermaga LCM khusus melayani kendaraan logistik, sehingga arus barang tetap lancar dan terpisah dari kendaraan penumpang. Langkah ini juga mengurangi potensi kemacetan di area dermaga utama. Sebagai bagian dari skema percepatan layanan, Dermaga 3 di Pelabuhan Ketapang mulai menerapkan pola penuh TBB sejak 15 Maret 2026 pukul 00.00 WIB, sehingga kapal hanya melakukan proses bongkar tanpa memuat kendaraan dari Ketapang.

Koordinasi Intensif dengan Pemangku Kepentingan

Untuk memastikan kelancaran operasional, ASDP memperkuat koordinasi lintas stakeholder, termasuk KSOP, Kepolisian, TNI, dan pemerintah daerah. Tujuannya adalah pengaturan arus kendaraan di sekitar pelabuhan agar tetap terkendali dan pelayanan bagi pengguna jasa berjalan optimal.

“Koordinasi lintas stakeholder terus kami lakukan secara intensif agar ritme operasional dapat dipercepat dan antrean kendaraan dapat tertangani dengan baik sehingga pelayanan kepada pengguna jasa tetap berjalan optimal,” jelas Windy. Pendekatan ini juga menjadi bagian dari strategi ASDP dalam menghadapi lonjakan penumpang dan kendaraan jelang Lebaran serta libur Hari Raya Nyepi.

Efisiensi Layanan dan Kenyamanan Penumpang

Dengan tambahan armada, skema TBB, serta dukungan dermaga dan koordinasi lintas lembaga, ASDP berharap penumpang dan kendaraan logistik dapat menikmati proses penyeberangan yang lebih cepat dan nyaman. Sistem ini memungkinkan penumpang tetap aman, waktu tempuh lebih singkat, dan mengurangi stres akibat antrean panjang.

Meningkatnya kapasitas operasional juga memastikan bahwa distribusi logistik dari Bali ke Jawa tidak terganggu, sementara masyarakat yang mudik tetap bisa menyeberang dengan lancar. Penambahan armada 35 kapal dan operasional 24 jam menjadi strategi kunci untuk menghadapi tantangan transportasi di masa libur panjang.

Dengan langkah-langkah ini, ASDP menunjukkan kesiapan menghadapi puncak arus mudik Lebaran 2026 sekaligus penutupan operasional penyeberangan selama Hari Raya Nyepi, memastikan mobilitas masyarakat tetap lancar dan pelayanan tetap optimal.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index