JAKARTA – Pentas Seni PAUD Laweyan menjadi momentum penting untuk melatih kreativitas anak serta membangun rasa percaya diri melalui penampilan bakat di atas panggung.
Suasana hangat menyelimuti aula saat puluhan anak usia dini tampil dengan kostum warna-warni yang menggemaskan. Gerak tari yang belum sempurna justru menjadi pemandangan jujur tentang bagaimana sebuah keberanian mulai dipupuk dalam jiwa anak-anak Surakarta.
Agenda tahunan ini bukan sekadar panggung pertunjukan bagi wali murid yang hadir, namun menjadi laboratorium sosial bagi siswa. Guru-guru dengan sabar memberikan arahan dari pinggir panggung agar anak didik tetap tenang dan mampu menyelesaikan penampilannya hingga akhir.
"Kegiatan ini rutin kami adakan setiap tahun sebagai ajang untuk melatih kreativitas anak, selain itu juga untuk melatih keberanian dan kepercayaan diri mereka sejak dini," tutur Ketua Panitia acara tersebut pada Rabu, 22 April 2026.
Dukungan penuh dari orang tua menjadi pilar utama suksesnya acara ini, terlihat dari persiapan matang di balik layar. Kolaborasi antara sekolah dan keluarga menciptakan ekosistem yang sehat bagi tumbuh kembang emosional anak agar mereka merasa dihargai setiap prosesnya.
Pakar pendidikan sering menekankan bahwa stimulasi seni pada usia emas dapat memicu kecerdasan kinestetik dan linguistik secara bersamaan. Melalui musik dan gerakan, saraf motorik anak bekerja lebih aktif dibandingkan hanya sekadar belajar di dalam ruang kelas secara formal.
"Anak-anak sangat antusias, mereka berlatih kurang lebih selama 1 bulan untuk menampilkan yang terbaik di depan orang tua mereka masing-masing hari ini," tambah pihak penyelenggara menjelaskan persiapan teknis.
Selain aspek kreativitas, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antar wali murid di lingkungan Kecamatan Laweyan. Komunikasi yang intens antara pihak sekolah dan orang tua diharapkan dapat menyelaraskan visi dalam pola asuh anak di rumah maupun madrasah.
Melihat antusiasme yang ada, pihak sekolah berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi konsep pada gelaran di masa mendatang. Pengalaman berdiri di atas panggung merupakan memori jangka panjang yang akan membentuk mentalitas pemenang bagi para siswa saat dewasa nanti.
Ajang ini membuktikan bahwa pendidikan karakter tidak selalu harus kaku, melainkan bisa dikemas melalui kegembiraan yang tulus. Harapannya, generasi muda dari Surakarta ini tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya pintar secara akademis tetapi juga kaya akan nilai estetika.