Harga Emas Antam Turun Lagi Rp 30 Ribu, Jadi Rp 2,67 Juta per Gram

Harga Emas Antam Turun Lagi Rp 30 Ribu, Jadi Rp 2,67 Juta per Gram
Ilustrasi Emas (FOTO: NET)

JAKARTA - Harga emas yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari ini, Jumat (19/6/2026) kembali mengalami penurunan.

Harga emas Antam hari ini lebih murah sebesar Rp 30.000 per gram.

Dengan penurunan tersebut, harga emas Antam sudah menyusut sebanyak Rp 60.000 dalam waktu dua hari.

Berdasarkan data dari situs Logam Mulia, harga emas Antam hari ini dipatok senilai Rp 2.673.000 per gram.

Sementara pada perdagangan sehari sebelumnya, harga emas Antam berada di angka Rp 2.703.000 per gram.

Untuk harga buyback emas Antam terpantau merosot lebih dalam, yakni sebesar Rp 67.000.

Harga buyback emas Antam untuk hari ini ditetapkan senilai Rp 2.408.000 per gram.

Sebagai informasi, harga buyback ialah harga yang berlaku apabila pemilik emas ingin menjual kembali emas miliknya kepada Antam.

Artinya, pihak Antam akan membeli emas tersebut dengan harga Rp 2.408.000 per gram.

Harga emas Antam pernah menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa pada Kamis, 29 Januari 2026, yaitu senilai Rp 3.168.000 per gram.

Pada waktu tersebut, harga buyback berada pada level Rp 2.989.000 per gram.

Kabar mengenai harga emas Antam ini didapatkan langsung dari situs resmi Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk.

Oleh karena itu, data yang ditampilkan memiliki tingkat akurasi serta kredibilitas yang tinggi untuk masyarakat.

Berikut rincian harga emas Antam paling baru:

Harga emas 0,5 gram: Rp 1.386.500

Harga emas 1 gram: Rp 2.673.000

Harga emas 2 gram: Rp 5.296.000

Harga emas 3 gram: Rp 7.926.000

Harga emas 5 gram: Rp 13.180.000

Harga emas 10 gram: Rp 26.280.000

Harga emas 25 gram: Rp 65.535.000

Harga emas 50 gram: Rp 130.905.000

Harga emas 100 gram: Rp 261.660.000

Harga emas 250 gram: Rp 653.840.000

Harga emas 500 gram: Rp 1.307.400.000

Harga emas 1.000 gram: Rp 2.613.600.000.

Di sisi lain, harga emas dunia terpantau melemah tipis pada Kamis, 18 Juni 2026 (Jumat waktu Jakarta).

Penurunan harga emas terjadi akibat adanya sinyal kebijakan hawkish dari bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed) serta menguatnya dolar AS.

Selain itu, kesepakatan gencatan senjata antara AS-Iran yang meredakan kekhawatiran terhadap inflasi dan menurunkan pasar minyak turut memberikan tekanan pada harga emas.

Melansir dari CNBC, Jumat, (19/6/2026), harga emas di pasar spot menyusut 0,6% ke level US$ 4.232,01 per ounce.

Harga emas spot tersebut menyentuh titik terendah sejak November 2025.

Sementara harga emas berjangka AS terperosok hingga 3,1% ke level US$ 4.245,90.

“Hal sangat signifikan adalah kecenderungan hawkish dari the Fed kemarin. Itu membuat dolar AS mencapai level tertinggi baru tahun ini, yang membuat emas tetap berada di bawah tekanan,” ujar Vice President and Senior Metal Strategist Zaner Metals, Peter Grant.

The Fed diketahui mempertahankan suku bunga pada Rabu pekan ini.

Meskipun demikian, sembilan dari 19 pembuat kebijakan memperkirakan adanya keperluan untuk menaikkan suku bunga pada akhir tahun.

Mata uang dolar AS menguat pasca pernyataan kebijakan tersebut dan saat ini berada di level tertingginya dalam satu tahun.

Hal ini menjadikan emas batangan yang dihargai dengan dolar AS menjadi semakin mahal bagi para pembeli di luar negeri.

Pasar kini memproyeksikan peluang kenaikan suku bunga AS sebesar 88% pada bulan Desember, merujuk data CME FedWatch Tool.

Angka ini lebih tinggi dibandingkan peluang sebesar 61% yang tampak dalam pernyataan kebijakan the Fed.

Emas, yang merupakan aset tanpa imbal hasil, biasanya akan mengalami kesulitan dalam kondisi lingkungan suku bunga tinggi.

Harga emas terus berada di bawah tekanan sejak awal pecahnya konflik di Timur Tengah, lantaran lonjakan biaya bahan bakar memicu kecemasan inflasi.

AS dan Iran telah merilis teks perjanjian sementara yang ditandatangani oleh presiden guna menyudahi perang pada Rabu minggu ini.

Presiden AS Donald Trump mengancam akan meneruskan serangan apabila Iran gagal menepati komitmen.

Harga minyak mentah Brent jatuh ke level terendah sejak 2 Maret.

Sedangkan untuk harga minyak mentah WTI berada pada level terendah sejak 4 Maret.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index