JAKARTA – MITEC Malaysia dan NICE Indonesia resmi menjalin kerja sama strategis untuk memperkuat jalur pameran dagang regional dan mendorong investasi di kawasan ASEAN.
Lanskap ekonomi di Asia Tenggara saat ini sedang mengalami transformasi besar sebagai pusat persaingan yang krusial.
Sektor industri pertemuan, insentif, konferensi, dan pameran menjadi instrumen utama untuk menarik modal asing.
"Kami tidak hanya menjadi venue, tetapi juga platform yang mendorong perdagangan, memperkuat kolaborasi, dan menciptakan dampak ekonomi lintas negara," ujar Mala, sebagaimana dilangsir dari berbagai sumber, Selasa (5/5/2026).
Mala Dorasamy menjelaskan bahwa peran pusat konvensi kini telah berkembang menjadi infrastruktur ekonomi yang sangat penting.
Nilai pasar industri ini di wilayah Asia Pasifik diperkirakan akan mencapai angka 231,49 miliar USD pada 2026 mendatang.
Indonesia mengambil langkah proaktif dengan meningkatkan kualitas tempat pertemuan serta aksesibilitas untuk mengambil peluang tersebut.
Sinergi antara dua kekuatan besar ini difokuskan pada upaya sinkronisasi jalur perdagangan antara Kuala Lumpur dan Jakarta.
Ryan Adrian berpendapat, bahwa pelaku usaha kini harus mulai melirik potensi jaringan industri di level regional daripada hanya bertumpu pada pasar lokal saja.
Kemitraan yang terjalin mencakup aspek pertukaran informasi pasar hingga perencanaan proyek pameran bersama di masa depan.
NICE saat ini mengelola area pameran seluas 130.000 meter persegi dengan ketersediaan 11 aula di wilayah PIK2.
Sementara itu, MITEC mengukuhkan posisinya sebagai fasilitas unggulan di Malaysia dengan total luas lahan mencapai 52.000 meter persegi.
Kesepakatan yang dijalankan bersifat fleksibel guna memastikan kedua belah pihak tetap kompetitif menghadapi pergerakan pasar global.
Asia Tenggara sendiri diprediksi akan menjadi pemimpin pertumbuhan pasar pariwisata dan bisnis dunia hingga tahun 2031.