JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor melaporkan kejadian angin kencang yang menerjang kawasan Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kemarin.
Dampaknya, sebanyak 90 rumah warga kedapatan mengalami kerusakan di wilayah Desa Tamansari, Kecamatan Rumpin.
Berdasarkan keterangan dari kantor berita Antara, Senin (25/5/2026), Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor M. Adam Hamdani mengungkapkan bahwa hujan deras yang disertai angin kencang melanda kawasan Rumpin pada Minggu (24/5) siang sekitar pukul 14.30 WIB.
"Curah hujan tinggi disertai angin kencang mengakibatkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap dan genting," kata Adam.
Ia menjelaskan, bangunan-bangunan yang mengalami kerusakan tersebut berada di Kampung Parakanomas RT 01, 02, dan 03 RW 01, Desa Tamansari.
Dari keseluruhan 90 rumah yang terdampak, terdapat tujuh unit rumah yang mengalami rusak sedang dan 83 unit sisanya mengalami rusak ringan.
Pihak BPBD mencatat bahwa kategori kerusakan sedang meliputi dinding yang jebol hingga bagian atap rumah yang terlepas terbawa angin.
Sementara itu, untuk kategori kerusakan ringan sebagian besar ditemukan pada area atap serta genting yang lepas akibat tersapu embusan angin kencang.
Selain menyebabkan kerusakan pada bangunan rumah, ada dua kepala keluarga yang beranggotakan 10 jiwa terpaksa mengungsi sementara ke rumah saudara mereka disebabkan kondisi atap tempat tinggal yang rusak berat.
Meski demikian, tidak ada korban jiwa ataupun korban luka dalam musibah ini.
Beberapa warga terlihat telah mulai memperbaiki hunian mereka secara mandiri.
BPBD Kabupaten Bogor pun telah menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi kejadian guna menghitung dampak kerusakan, melakukan koordinasi dengan jajaran aparat setempat, serta memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat.
"Petugas juga telah mendistribusikan bantuan terpal kepada warga terdampak untuk penanganan sementara," kata Adam.
Adam mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi, terutama hujan lebat yang disertai angin kencang yang berpotensi merusak struktur bangunan maupun merobohkan pepohonan.
Sampai saat ini, kondisi di lokasi kejadian dilaporkan mulai kondusif dan sejumlah rumah warga telah diperbaiki secara darurat agar kami bisa kembali ditempati.