Soal Rumah Gana-Gini, Pihak Ruben Onsu Buka Suara

Soal Rumah Gana-Gini, Pihak Ruben Onsu Buka Suara
Sarwendah dan Ruben Onsu (FOTO: NET)

JAKARTA - Jalinan hubungan antara Ruben Onsu dan Sarwendah hingga kini masih terus diwarnai oleh polemik seputar pembagian harta gana-gini.

Khususnya, perdebatan ini berpusat pada kepemilikan aset rumah di kawasan Cilandak yang saat ini menjadi tempat bernaung bagi Sarwendah beserta kedua putri mereka.

Guna merespons keinginan dari pihak Sarwendah yang berencana mengambil alih seutuhnya kepemilikan rumah tersebut, kuasa hukum dari Ruben Onsu, Minola Sebayang, memberikan penegasan bahwa pihaknya sama sekali tidak keberatan dengan langkah tersebut.

"Ya silakan saja kalau memang mau di-take over kewajibannya. Toh memang itu adalah harusnya memang harta bersama, tanggung jawab bersama. Kalau ada sisa kewajiban yang memang you harus selesaikan, dan you mau take over dan itu menjadi bagian yang kau minta," ujar Minola saat ditemui di kawasan Jakarta, kemarin.

Walaupun telah memberikan lampu hijau atas rencana tersebut, Ruben dikabarkan memendam rasa kecemasan tersendiri di dalam hatinya.

Berdasarkan penuturan dari Minola, kliennya merasa cemas andaikata di kemudian hari bangunan rumah tersebut diklaim sepihak sebagai murni hasil jerih payah dari Sarwendah seorang diri.

Rasa khawatir yang membayangi Ruben itu bukan sekadar mengenai urusan penguasaan aset berharga, melainkan lebih tertuju pada bagaimana penilaian anak-anak terhadap figur sang ayah saat mereka tumbuh dewasa nanti.

"Yang akhirnya, ini bisa membuat Ruben khawatir anak-anak yang ada dalam pengasuhan ibunya berpikir bahwa ayahnya gak buat apa-apa. Ayahnya gak memberikan apa-apa. Bahkan, rumah itu pun ayahnya gak ada andilnya," ujarnya.

Atas dasar pertimbangan matang tersebut, kubu Ruben akhirnya menyodorkan sebuah usulan agar dilakukan proses kalkulasi yang transparan dan detil mengenai nominal kontribusi yang sudah digelontorkan oleh masing-masing pihak untuk hunian itu.

Menurut pandangan Minola, tahapan tersebut teramat krusial guna membentengi agar tidak mencuat asumsi yang keliru atau kesalahpahaman di masa-masa mendatang.

"Kalaupun memang misalnya mau diserahkan ke anak, anak harus jelas bahwa di ujung perjalanan itu Mama yang lunasin, tapi dari awal sampai pertengahan jalan Papa yang bayarkan. Adil dong," terangnya.

Akan tetapi, apabila di masa depan properti tersebut rupanya tetap diklaim secara mutlak sebagai aset yang bersumber penuh dari Sarwendah, kubu Ruben melayangkan tuntutan agar seluruh aliran dana cicilan rumah yang pernah disetorkan sebelumnya wajib dikembalikan sepenuhnya.

Sebelum riuh persoalan ini mencuat, Sarwendah memang telah menjatuhkan pilihan pada rumah di area Cilandak tersebut sebagai objek harta yang ingin didekapnya pascaperceraian dengan Ruben Onsu.

Meski begitu, status rumah tinggal tersebut diketahui saat ini masih dijadikan sebagai barang jaminan di pihak bank atas pinjaman utang yang kepemilikannya terikat atas nama Ruben.

Di sisi lain, pihak Sarwendah pun sempat mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan bahwa setoran angsuran rumah itu diklaim sudah tidak lagi dibayarkan terhitung sejak tahun 2024 yang lalu.

Hingga detik ini, tempat tinggal kontroversial tersebut masih dihuni oleh Sarwendah yang didampingi oleh kedua anak perempuannya.

Raffi Ahmad dan rekan seprofesinya ini diketahui resmi menyudahi biduk rumah tangga mereka yang sempat bertahan selama kurun waktu 11 tahun lamanya.

Dari rentang masa pernikahan tersebut, sepasang mantan suami istri ini telah dianugerahi dua orang anak perempuan.

Pasca-ketukan palu perceraian, dinamika hubungan di antara keduanya kerap kali menyedot atensi dari khalayak luas lantaran mencuatnya silang pendapat mengenai hak perwalian anak, sokongan nafkah, hingga urusan pemisahan harta kekayaan.

Ruben sendiri sempat mengeluhkan perihal dirinya yang merasa dipersulit untuk bertatap muka dengan buah hatinya dalam beberapa bulan terakhir.

Sementara itu, Sarwendah di waktu sebelumnya sempat melontarkan klaim bahwa kucuran dana nafkah untuk menghidupi kedua putri mereka terpantau telah disetop pemberiannya sejak pengujung tahun 2025 yang lalu.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index