10 Negara Tujuan Ekspor Utama RI: China Teratas, AS Kedua

10 Negara Tujuan Ekspor Utama RI: China Teratas, AS Kedua
Negara tujuan ekspor Indonesia (FOTO: NET)

JAKARTA - Rapor kinerja ekspor Indonesia terpantau masih konsisten menunjukkan tren pertumbuhan positif pada kurun empat bulan pertama tahun 2026.

Melalui data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), total nilai ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga April 2026 mampu mencapai 92,15 miliar dollar AS.

Pencapaian ini menunjukkan kenaikan sebesar 5,48 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang berada di angka 87,36 miliar dollar AS.

Pertumbuhan tersebut paling besar didorong oleh kinerja ekspor komoditas nonmigas yang mencapai 87,74 miliar dollar AS atau naik 6,28 persen secara tahunan.

Di balik pertumbuhan yang positif ini, tujuan pasar ekspor Indonesia masih didominasi oleh negara-negara mitra utama.

China tetap kokoh di posisi pertama sebagai pasar terbesar bagi produk Indonesia, disusul Amerika Serikat (AS) dan India.

Gabungan ketiga negara ini menyerap hampir setengah dari seluruh total ekspor nonmigas Indonesia selama Januari hingga April 2026.

Berdasarkan data kuantitatif BPS, nilai ekspor nonmigas ke China mencapai 22,76 miliar dollar AS, ke Amerika Serikat sebesar 10,17 miliar dollar AS, dan ke India sebesar 6,14 miliar dollar AS.

Total kontribusi dari tiga mitra strategis ini menyumbang porsi 44,52 persen dari keseluruhan ekspor nonmigas Indonesia selama caturwulan pertama tahun ini.

BPS mengonfirmasi China masih memegang peran vital sebagai tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia dengan nilai 22,76 miliar dollar AS, atau 25,93 persen dari total pasokan nasional.

Angka pencapaian tersebut melonjak 20,58 persen jika dibandingkan dengan periode Januari-April 2025 yang saat itu berada di angka 18,87 miliar dollar AS.

Menurut BPS, produk andalan yang paling banyak dikirim ke China selama Januari-April 2026 didominasi oleh besi dan baja, nikel serta produk turunannya, dan bahan bakar mineral.

Peningkatan ekspor ke China ini menjadi salah satu pendorong paling krusial bagi naiknya grafik ekspor Indonesia secara makro.

Badan statistik mencatat nilai transaksi ekspor ke Negeri Tirai Bambu tersebut bertambah 3,88 miliar dollar AS dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Negara yang dijuluki Negeri Paman Sam ini sukses mempertahankan posisinya sebagai wilayah tujuan ekspor terbesar kedua bagi Indonesia.

Sepanjang Januari hingga April 2026, ekspor nonmigas Indonesia ke negara tersebut mencapai 10,17 miliar dollar AS dengan kontribusi sebesar 11,59 persen terhadap total nonmigas nasional.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, nominal ekspor ke Amerika Serikat melesat 791,9 juta dollar AS atau tumbuh 8,44 persen.

Khusus untuk bulan April 2026 saja, ekspor Indonesia ke pasar Amerika Serikat membukukan nilai sebesar 2,88 miliar dollar AS.

India mantap menempati urutan ketiga dalam daftar negara tujuan ekspor terbesar Indonesia.

Nilai perdagangan nonmigas ke negara tersebut mencapai 6,14 miliar dollar AS sepanjang Januari hingga April 2026, atau memegang andil sekitar 7 persen dari total ekspor nonmigas Indonesia.

Bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, grafik ekspor ke India naik sebesar 553,2 juta dollar AS atau setara dengan pertumbuhan 9,90 persen.

Pada bulan April 2026, besaran nilai ekspor Indonesia ke India dilaporkan mencapai 1,64 miliar dollar AS.

Jepang terpantau masih konsisten menjadi salah satu pasar potensial bagi rupa-rupa produk buatan Indonesia.

Sepanjang Januari hingga April 2026, nilai pengiriman ekspor nonmigas Indonesia ke Jepang mencapai 4,93 miliar dollar AS atau menyumbang 5,61 persen bagi total nonmigas nasional.

Secara tahunan, kinerja ekspor ke Negeri Sakura naik 5,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berada di angka 4,69 miliar dollar AS.

Untuk lingkup regional ASEAN, Thailand menjadi tujuan ekspor terbesar bagi Indonesia dengan nilai komersial 3,34 miliar dollar AS sepanjang Januari-April 2026.

Nominal tersebut melonjak 17,24 persen jika disandingkan dengan catatan pada periode yang sama di tahun lalu.

Malaysia menyusul tepat di belakangnya dengan membukukan nilai ekspor sebesar 3,73 miliar dollar AS.

Namun berbeda dengan Thailand, tren ekspor ke Malaysia justru mengalami kontraksi sebesar 4,89 persen jika dikomparasikan dengan periode Januari-April 2025.

Sementara itu, perdagangan ekspor ke Singapura tercatat menyentuh angka 2,60 miliar dollar AS, atau menyusut sebesar 5,13 persen secara tahunan.

Secara akumulatif, total nilai ekspor Indonesia ke kawasan ASEAN mencapai 17,70 miliar dollar AS atau berkontribusi sebesar 20,17 persen terhadap total ekspor nonmigas nasional.

Nilai tersebut dilaporkan mengalami kenaikan sebesar 4,10 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Di luar negara-negara tersebut, wilayah Korea Selatan, Belanda, Taiwan, serta Australia turut meramaikan kelompok utama destinasi ekspor Indonesia.

Volume ekspor ke Korea Selatan tercatat sebesar 2,80 miliar dollar AS, kendati secara tahunan kinerjanya terkoreksi tipis 0,87 persen.

Belanda sukses menjadi pintu gerbang ekspor terbesar bagi Indonesia di kawasan Uni Eropa dengan torehan nilai perdagangan 1,88 miliar dollar AS.

Arus ekspor ke negara kincir angin tersebut mengalami kenaikan sebesar 16,12 persen bila disandingkan dengan periode Januari-April 2025.

Di sisi lain, catatan ekspor ke Taiwan berada di angka 1,58 miliar dollar AS.

Nominal ini merosot sebesar 11,82 persen jika dikomparasikan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, sekaligus menjadi salah satu penurunan paling tajam di antara jajaran negara tujuan utama.

Adapun untuk volume ekspor ke Australia dilaporkan mencapai 1,10 miliar dollar AS, atau turun sebesar 6,21 persen jika disandingkan dengan performa Januari-April 2025.

Berdasarkan rilis data resmi BPS, berikut ini merupakan daftar 10 negara yang menjadi tujuan utama bagi komoditas ekspor nonmigas Indonesia di sepanjang periode Januari hingga April 2026.

China: 22,76 miliar dollar AS

Amerika Serikat: 10,17 miliar dollar AS

India: 6,14 miliar dollar AS

Jepang: 4,93 miliar dollar AS

Malaysia: 3,73 miliar dollar AS

Thailand: 3,34 miliar dollar AS

Korea Selatan: 2,80 miliar dollar AS

Singapura: 2,60 miliar dollar AS

Belanda: 1,88 miliar dollar AS

Taiwan: 1,58 miliar dollar AS

Negara Australia berada tepat di bawah daftar tersebut dengan mencatatkan nilai ekspor sebesar 1,10 miliar dollar AS.

Jika ditinjau dari jenis komoditas, BPS menghimpun data bahwa lonjakan nilai ekspor paling masif pada rentang Januari-April 2026 dialami oleh kelompok produk lemak dan minyak hewani atau nabati yang naik sebesar 1,87 miliar dollar AS atau setara dengan 18,80 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Lompatan nilai yang signifikan juga terjadi pada sektor ekspor nikel dan barang olahannya yang melejit hingga 63,99 persen menuju angka 4,30 miliar dollar AS.

Bukan hanya itu saja, volume ekspor untuk lini komoditas kendaraan beserta komponen bagiannya juga naik sebesar 133,93 persen, aneka macam produk kimia merangkak naik 17,16 persen, serta sektor mesin dan peralatan mekanis ikut terkerek naik sebesar 20,25 persen.

Apabila ditelisik berdasarkan pembagian sektornya, arus ekspor nonmigas Indonesia hingga saat ini masih didominasi secara mutlak oleh industri pengolahan.

Sepanjang kurun waktu Januari hingga April 2026, kontribusi dari sektor industri ini berhasil menembus angka 75,57 miliar dollar AS atau setara dengan merepresentasikan 82,01 persen dari total ekspor nasional.

Nilai komersial tersebut mengalami peningkatan sebesar 9,78 persen jika disandingkan dengan performa pada periode yang sama di tahun lalu, yang mana menurut analisis BPS dipicu oleh melonjaknya aktivitas ekspor komoditas nikel.

Di sudut yang berbeda, performa ekspor untuk sektor pertanian, kehutanan, serta perikanan dilaporkan terperosok jatuh sebesar 26,27 persen yang diakibatkan oleh menurunnya volume ekspor komoditas kopi.

Hal yang senada juga menimpa sektor ekspor pertambangan dan lini lainnya yang ikut menyusut sebesar 8,44 persen akibat dipicu oleh melemahnya performa ekspor untuk komoditas batu bara.

Rangkaian data di atas memperlihatkan bahwa peta pasar ekspor Indonesia pada periode Januari-April 2026 dinilai masih berpusat kuat pada negara-negara mitra konvensional di kawasan Asia dan Amerika Serikat, dengan China yang tetap kokoh berdiri sebagai destinasi terbesar sekaligus roda penggerak utama bagi pertumbuhan ekspor nasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index