DENPASAR - Kodam IX/Udayana membantah tudingan terkait adanya aksi intimidasi kepada warga, pengusiran paksa, hingga perusakan fasilitas sekolah oleh anggota TNI AD dalam polemik pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Neowula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution di Denpasar, Rabu, menjelaskan informasi yang menyebutkan adanya kekerasan atau intimidasi oleh personel TNI bertolak belakang dengan fakta di lapangan.
"Tidak terdapat tindakan intimidasi, kekerasan fisik, maupun upaya penggusuran paksa oleh personel TNI terhadap masyarakat maupun fasilitas pendidikan di lokasi kejadian," katanya.
Berdasarkan penjelasan Amrizal, peristiwa yang sempat menghebohkan itu diawali oleh kendala teknis saat proses mobilisasi alat berat ekskavator menuju lokasi proyek KDMP yang berada di atas tanah hibah warga di area belakang SDN Neowula.
"Akses jalan desa yang sempit serta adanya struktur penyangga atap sekolah yang berada pada jalur manuver alat berat menyebabkan dilakukan penyesuaian teknis di lapangan," katanya.
Langkah modifikasi tersebut dilakukan dengan memotong sebagian tiang penyangga yang posisinya menjorok ke jalur perlintasan.
Tindakan itu juga telah dibicarakan terlebih dahulu dengan Kepala Desa Neowula serta Komite Sekolah agar alat berat dapat melintas tanpa merusak struktur utama bangunan sekolah.
Klarifikasi serupa juga disampaikan oleh Kepala Desa Neowula, Vinsensius Papa.
Ia menjelaskan bahwa rute yang dilalui merupakan jalan desa yang posisinya sangat mepet dengan gedung sekolah sehingga membutuhkan penyesuaian teknis yang nantinya akan diperbaiki kembali.
Mengenai kehadiran Babinsa di lokasi, Amrizal menegaskan bahwa Sertu Hermin hadir atas permintaan kepala desa untuk membantu pengamanan sekaligus memediasi warga guna mencegah gesekan serta menjaga situasi tetap kondusif.
Kodam IX/Udayana pun membantah isu yang telanjur viral di media sosial mengenai kabar penggusuran paksa dan kekerasan terhadap masyarakat setempat.
Sebagai langkah penanganan, seluruh aktivitas pembangunan KDMP di lokasi tersebut dihentikan sementara waktu untuk memberikan ruang bagi proses mediasi antara pihak-pihak terkait.
Selain itu, tiang bangunan yang sempat dimodifikasi kini sudah diperbaiki lagi, bekas galian diselesaikan, dan alat berat telah dievakuasi dari tempat tersebut untuk mencegah salah paham yang berkepanjangan.
Kini pihak Kodim 1602/Ende terus menjalin komunikasi dengan jajaran pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, perwakilan kecamatan, hingga Dinas Pendidikan setempat untuk mencari solusi terbaik yang disepakati bersama.
Kodam IX/Udayana juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum jelas kebenarannya, serta selalu mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan pembangunan di daerah.
"Kami berkomitmen menjaga stabilitas keamanan wilayah serta memperkuat sinergi dengan seluruh komponen bangsa demi kelancaran pembangunan dan kesejahteraan masyarakat," ujar Amrizal.