Komitmen Grab Berdayakan 189.000 Mitra Pengemudi Perempuan

Komitmen Grab Berdayakan 189.000 Mitra Pengemudi Perempuan
Director of Digital & Sustainability Grab Indonesia, Rivana Mezaya. (FOTO:NET)

JAKARTA - Pihak Grab menyatakan komitmennya untuk memberdayakan para mitra pengemudi perempuan di kawasan Asia Tenggara.

Perusahaan penyedia layanan transportasi serta digital ini memandang bahwa kaum perempuan memiliki potensi besar untuk tumbuh sebagai mitra pengemudi sekaligus meraih kemandirian secara ekonomi.

Director of Digital & Sustainability Grab Indonesia, Rivana Mezaya memaparkan data bahwa waktu sekarang ini sudah ada sekitar 189.000 mitra pengemudi perempuan di seantero Asia Tenggara.

"Jadi secara bisnis, sangat masuk diakal kami mendorong perempuan untuk mendapat peluang penghasilan. Kami lihat dampaknya yang didapat juga banyak perempuan yang bisa terfasilitasi mandiri mendapatkan pendapatan," ujar Mezaya saat ditemui di kantornya, Jakarta Selatan, Rabu (10/6/2026).

Dirinya menambahkan bahwa level produktivitas yang ditunjukkan oleh para mitra perempuan dinilai berada dalam kondisi yang sangat baik.

Pihak Grab pun ikut menyokong faktor kenyamanan serta proteksi keamanan bagi mitranya kala bekerja lewat pengembangan fitur khusus yang membuka peluang bagi pengemudi perempuan untuk memperoleh penumpang yang juga berjenis kelamin perempuan.

"Orang teknologinya Grab, orang bisnisnya Grab, GrabCar, Grabbike itu harus bisa memikirkan fitur apa yang diperlukan untuk ini. Jadi semuanya terintegrasi di dalam," tutur dia.

Pada sisi berseberangan, manajemen Grab mengklaim sangat memedulikan variabel kesejahteraan bagi seluruh mitra pengemudi, baik kaum laki-laki maupun perempuan.

Menurut pandangan Mezaya, sistem platform Grab sudah dikonseptualisasikan agar sanggup membuka pintu akses menuju bermacam sumber pendapatan.

Merujuk pada basis data internal milik perusahaan, kisaran 76 persen dari mitra pengemudi berhasil mengantongi penghasilan yang bersumber dari lebih dari satu lini layanan sehingga sanggup mengamankan pendapatan tambahan.

"Menurut kami, kesejahteraan itu selain pendapatan tentunya, itu juga fokusnya mengenai bagaimana mereka bisa secara mandiri terus mengembangkan potensi-potensi untuk memiliki pendapatan. Apakah dengan upskilling, apakah memang benar-benar bisa efisien di dalam pekerjaan yang sekarang, memiliki rasa aman untuk mengoptimalkan waktunya dan segala macam," jelas Mezaya.

Pihak korporasi berikutnya menggelontorkan program bertajuk Grab untuk Indonesia yang mengusung total nilai komitmen menyentuh angka Rp 100 miliar.

Inisiasi program ini dikonsentrasikan pada urusan mendongkrak rasa aman sekaligus peningkatan kapasitas dari para mitra pengemudi lewat jaminan BPJS Ketenagakerjaan.

Di samping hal tersebut, para mitra Grab juga memperoleh kucuran dana bonus di momen hari raya serta bentuk apresiasi sekiranya mengukir prestasi.

Langkah lainnya yakni menyuguhkan program pelatihan edukatif lewat Grab Academy yang hingga waktu sekarang ini telah dioptimalkan oleh lebih dari 1,5 juta orang mitra.

"Kami tetap berkomitmen terhadap kesejahteraan mitra, dan kami memikirkan dengan aspek yang mungkin lebih banyak dan relevan," ucap dia.

Rivana menjabarkan bahwa bentuk pelatihan yang disuguhkan tidak sekadar berkutat pada keahlian menyetir saja, melainkan mencakup kecakapan lainnya seperti bidang pelayanan pelanggan, standar keselamatan berkendara, tata kelola finansial, hingga pengenalan materi teknologi.

Grab Indonesia di masa lalu sempat menjalin kemitraan strategis bersama Mastercard demi menyalurkan program pelatihan teknologi serta coding bagi para mitra pengemudi.

Mezaya mengutarakan bahwa segelintir peserta yang ikut pelatihan tersebut saat ini terpantau telah berpindah haluan kerja ke sektor industri teknologi informasi.

Program pelatihan di bidang kewirausahaan pun turut diberikan lantaran pihak manajemen melihat banyak figur mitra pengemudi yang merangkap sembari mendirikan bisnis kuliner dan mendaftarkan diri sebagai mitra Grab Merchant.

“Kami melihat banyak mitra yang ingin terus berkembang dan menjadi lebih produktif. Karena itu kami mencoba mendukung lewat berbagai pelatihan dan pengembangan kemampuan,” beber Mezaya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index