JAKARTA - Gangguan dasar panggul pada kaum perempuan dapat dipicu oleh sejumlah faktor risiko tertentu.
Sebagian dari faktor tersebut berkaitan erat dengan fase biologis yang dilewati oleh perempuan, sedangkan sebagian lainnya dipengaruhi oleh pola hidup serta kondisi medis spesifik.
Kondisi kehamilan menjadi salah satu hal yang memengaruhi kesehatan area dasar panggul perempuan.
Ketika masa kehamilan berlangsung, tubuh akan melewati beragam bentuk perubahan.
Perubahan ini termasuk adanya beban yang kian bertambah pada bagian panggul karena pertumbuhan janin di dalam kandungan.
Prosedur persalinan normal atau pervaginam juga masuk ke dalam aspek yang memengaruhi kondisi dasar panggul.
Saat proses melahirkan, bagian otot serta jaringan di sekitar panggul akan bekerja ekstra keras demi membantu keluarnya bayi.
Kendati demikian, proses persalinan normal itu sendiri sebenarnya bukan menjadi persoalan utama, melainkan bagaimana proses tersebut dilewati oleh ibu.
Penerapan teknik mengejan yang tidak tepat berisiko memicu tekanan yang berlebihan pada area dasar panggul.
“Persalinan secara normal yang tidak dijaga dengan baik juga bisa memicu gangguan dasar panggul. Jika teknik mengejannya baik, maka tidak akan terjadi gangguan ini,” ujarnya.
Melakukan perawatan yang tepat sepanjang masa kehamilan dapat membantu dalam menjaga kekuatan fungsi otot dasar panggul.
Melalui langkah tersebut, risiko terjadinya gangguan di masa mendatang dapat ditekan seminimal mungkin.