SURABAYA - EastFood Indonesia Expo (IIFEX) 2026 secara resmi telah memulai penyelenggaraannya di Grand City Convention Hall, Surabaya, pada hari Kamis (18/6) ini.
Gelaran pameran produk makanan dan minuman paling megah di Jawa Timur tersebut dijadwalkan bakal berlangsung hingga tanggal 21 Juni 2026 mendatang.
Ajang pameran ini diramaikan oleh kehadiran lebih dari 180 eksibitor yang datang dari ranah domestik maupun mancanegara.
Pihak penyelenggara mematok target kunjungan hingga mencapai 20 ribu orang sepanjang empat hari masa pelaksanaannya.
Acara pembukaan pameran ditandai lewat prosesi pengguntingan pita yang dilakukan oleh perwakilan kementerian terkait, jajaran Pemda, serta perwakilan asosiasi usaha di sektor pangan, ritel, dan juga kemasan.
Ketika menginjak masa pelaksanaan yang ke-16 tahun, IIFEX terus bertransformasi menjadi sebuah wadah bisnis yang krusial bagi para pelaku industri makanan dan minuman.
Melalui pameran ini, para pelaku usaha dipacu untuk melebarkan sayap pasar, mempererat koneksi bisnis, mengintroduksi ragam inovasi, serta mendongkrak keunggulan produk lokal di kancah nasional dan global.
CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, menyampaikan bahwa EastFood Indonesia Expo hadir sebagai wadah yang mempertemukan seluruh rantai nilai industri makanan dan minuman, mulai dari produsen bahan baku, pengolahan, pengemasan, distribusi hingga sektor pendukung lainnya.
"Kami berharap EastFood Indonesia Expo 2026 dapat menjadi katalis bagi pertumbuhan industri, memperluas jaringan bisnis, dan membuka akses pasar yang lebih besar bagi pelaku usaha nasional maupun internasional," ujar Daud.
Daud juga menambahkan bahwa pelaksanaan kali ini dirancang menjadi lebih spesifik karena lini pengemasan yang semula menyatu kini dipisahkan ke dalam pameran mandiri bertajuk Allpack Surabaya 2026.
Pameran kemasan tersebut rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 1 hingga 4 Juli 2026 bertempat di lokasi yang sama.
Untuk tahun ini, IIFEX 2026 merangkul lebih dari 180 peserta pameran serta melibatkan 30 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Jawa Timur dan wilayah nusantara lainnya.
Sinergi antara eksibitor skala internasional dan pelaku usaha lokal ini diproyeksikan mampu menstimulus kerja sama bisnis sekaligus membuka keran ekspor bagi komoditas unggulan tanah air.
Pada momen yang sama, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Dr. Endy Alim Abdi Nusa, S.IP., M.M., menegaskan bahwa IIFEX bukan sekadar ajang promosi produk, melainkan wadah strategis yang mempertemukan pelaku usaha, asosiasi, investor, distributor, buyer, hingga mitra internasional dalam satu ekosistem industri pangan.
"Dalam konteks itulah EastFood Indonesia Expo 2026 menjadi sangat penting. Pameran ini bukan sekadar ajang promosi, tetapi menjadi wadah strategis yang mempertemukan seluruh pelaku industri untuk memperkuat ekosistem pangan dari hulu hingga hilir," kata Endy.
Menurutnya, daya saing industri makanan dan minuman saat ini tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga kemampuan pelaku usaha dalam beradaptasi terhadap teknologi, inovasi pengemasan, branding, sertifikasi, efisiensi produksi, serta kemampuan menembus pasar yang semakin kompetitif.
Endy turut menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi pihak panitia yang senantiasa memberi ruang bagi para pelaku UMKM untuk unjuk gigi di ajang berlevel internasional.
Ia memandang sektor UMKM sebagai pilar fundamental bagi perekonomian di daerah sekaligus elemen krusial dalam rantai pasokan pangan nasional.
"Kami berharap keikutsertaan UMKM dalam EastFood Indonesia Expo 2026 tidak berhenti pada kegiatan promosi semata, tetapi mampu menghasilkan kemitraan usaha, perluasan pasar, peningkatan transaksi bisnis, bahkan membuka peluang ekspor yang nyata," ujarnya.
Ke depan, jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen penuh untuk memacu penguatan ekosistem UMKM lewat peningkatan mutu produk, kemudahan modal, digitalisasi, jalinan kemitraan, hingga perluasan jaringan pasar global.
Di samping memamerkan rupa-rupa produk serta inovasi teknologi industri pangan, IIFEX 2026 turut memikat atensi lewat sajian rangkaian program edukatif.
Salah satu agenda yang dinanti adalah kompetisi Bakat Boga Challenge 2026 yang diramaikan oleh para pelajar bidang kuliner, mahasiswa perhotelan, hingga jajaran chef ahli dari pelbagai wilayah.
Ajang kompetisi kuliner ini memperlombakan variasi kategori masakan, mulai dari menu Lapis Surabaya & Bolu Gulung Keju, penganan Tradisional Jajanan Pasar, hidangan Western Seafood Spaghetti & Chicken Main Course, hingga menu The Best Risoles & Classic Chiffon Cake.
Kompetisi tersebut menjadi panggung pembuktian kreativitas sekaligus pengujian keahlian memasak para peserta agar selaras dengan kriteria industri modern.
Para pengunjung yang hadir juga disuguhi kesempatan emas untuk menyerap ilmu lewat sesi workshop serta kelas master bersama para praktisi top.
Program yang cukup menyita perhatian di antaranya ialah Master Class Pizza yang dipandu langsung oleh chef ahli asal Italia dengan membawakan kreasi unik bertema "Pizza Rasa Indonesia".
Di luar itu, terdapat pula kelas edukasi kopi, pembuatan gelato, es krim, seni pastry, bakery, serta demonstrasi memasak dan membuat kue selama empat hari penuh.
Guna mendongkrak potensi deal bisnis dan jalinan kerja sama, pihak panitia kembali menggulirkan program Business Matching serta Hosted Buyer Program.
Fasilitas ini dirancang khusus demi mempertemukan para eksibitor dengan pihak distributor, importir, penanam modal, hingga para buyer potensial dari lingkup domestik maupun mancanegara.
Berkat perpaduan apik antara pameran berskala global, kompetisi memasak, program edukasi, serta forum temu bisnis, IIFEX 2026 tidak sekadar berfungsi sebagai ajang pamer produk semata.
Lebih dari itu, pameran ini bertindak sebagai pendorong utama terciptanya sinergi bisnis yang menyokong eskalasi industri pangan nasional.
Penyelenggaraan pameran ini diharapkan mampu mengukuhkan status Jawa Timur sebagai pusat industri makanan dan minuman sekaligus etalase perdagangan utama untuk wilayah Indonesia Timur.