Panitia FFI 2026 Ubah Aturan Penjurian Film Cerita Panjang

Panitia FFI 2026 Ubah Aturan Penjurian Film Cerita Panjang
Konferensi pers Festival Film Indonesia (FFI) yang digelar di Jakarta.(FOTO:NET)

JAKARTA - Ketua Penjurian Festival Film Indonesia (FFI) 2026 Budi Irawanto menyebutkan adanya penyesuaian regulasi dalam penilaian film cerita panjang berdasarkan evaluasi dari pelaksanaan tahun lalu.

"Yang pertama adalah bahwa ketentuan film yang boleh atau bisa mendapat adalah film yang diproduksi oleh perorangan atau badan hukum Indonesia lainnya," kata Budi dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.

Adapun kerja sama produksi bersama pihak luar negeri tetap diizinkan asalkan mayoritas elemen kreatif dalam film tersebut digarap oleh sineas tanah air.

Selain itu, terdapat penyesuaian nama untuk satu kategori menjadi Pencipta Lagu Tema Asli Terbaik sebagai bentuk penghargaan bagi para komposer yang ikut berkontribusi memajukan industri sinema domestik.

Selanjutnya, karya yang diregistrasikan harus sudah diputar dan dinikmati publik lewat bioskop ataupun media digital lainnya dalam rentang waktu antara 1 September 2025 hingga 31 Agustus 2026 atau berkisar satu tahun.

Bukan cuma itu, jika pada gelaran terdahulu proses penilaian melewati empat tingkatan, kini panitia menyusutkan prosesnya menjadi tiga tingkatan saja, yang meliputi kurasi awal, fase nominasi, serta fase penetapan pemenang.

Proses penilaian yang baru ini diproyeksikan bisa melahirkan jawara yang berkualitas, berbobot, menonjolkan pencapaian teknis, estetika, tematik, serta menjadi yang terbaik di industri sinema Indonesia.

Pembaruan regulasi juga diterapkan pada kelompok film noncerita panjang, di mana kategori dokumenter pendek kini menetapkan batas durasi paling sedikit 10 menit, berbeda dari FFI 2025 yang mematok minimal 15 menit.

"Ini tujuannya adalah agar memberi kesempatan yang luas bagi para dokumentaris pemula berpartisipasi di FFI sehingga ikut mendorong perubahan film dokumenter di Indonesia," katanya.

Dia mengimbuhkan bahwa nilai dasar dari sistem penilaian FFI bakal konsisten menyelaraskan aspek kuantitatif serta kualitatif, dengan memandang film bukan sekadar komoditas industri yang digemari massa melainkan juga sebagai produk budaya yang bernilai luhur.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index