Bosnia vs Swiss 1-4: Skuad Barbarez Jaga Asa Lolos Grup B

Bosnia vs Swiss 1-4: Skuad Barbarez Jaga Asa Lolos Grup B
Pertandingan Timnas Kanada versus Bosnia-Herzegovina di Toronto Stadium.(FOTO:NET)

JAKARTA - Juru taktik skuad nasional Bosnia dan Herzegovina Sergej Barbarez memastikan bahwa pasukannya tidak akan angkat tangan dalam persaingan memperebutkan tempat di babak gugur Piala Dunia 2026 walaupun baru saja ditundukkan Swiss dengan skor mencolok 1-4 pada laga kedua Grup B, Jumat.

“Kami masih memiliki pertandingan ketiga dan belum ada yang hilang. Kami harus memenanginya, tentu saja, bila ingin melangkah lebih jauh. Kekalahan ini sangat berat bagi kami, tetapi saya tidak suka mengeluh,” ujar Barbarez melalui laman FIFA usai pertandingan.

Hasil minor tersebut menempatkan posisi Bosnia dalam situasi yang kurang menguntungkan lantaran baru mengemas satu poin dari sepasang laga yang telah dijalani.

Kini, mereka memiliki kewajiban mutlak untuk menundukkan Qatar pada partai pamungkas Grup B demi memelihara harapan menembus putaran selanjutnya.

Pada jalannya laga, Bosnia sejatinya sanggup memberikan perlawanan yang merepotkan pertahanan lawan.

Mereka pun sukses menahan imbang skor pertandingan sampai menit ke-74 sebelum akhirnya pemain pengganti dari Swiss, Johan Manzambi, sukses memecah kebuntuan hanya dalam waktu tiga menit setelah dirinya menginjakkan kaki di lapangan.

Barbarez memberikan pandangan bahwa anak asuhnya sempat memperlihatkan performa yang lebih apik sebelum waktu istirahat minum di pertengahan babak kedua.

Pada momen tersebut, lini serang Bosnia sanggup menghadirkan beberapa ancaman serius kendati dominasi penguasaan bola sejatinya dipegang oleh Swiss.

“Kami adalah tim yang lebih baik sebelum jeda hidrasi. Kami memiliki dua atau tiga peluang luar biasa yang seharusnya berakhir menjadi gol. Kami mengontrol pertandingan dan melakukan banyak tekanan,” kata Barbarez.

Akan tetapi, Barbarez berpendapat bahwa gol pertama yang dilesakkan oleh Swiss semestinya dapat diantisipasi karena dipicu oleh kekeliruan personal dari pemainnya.

Kondisi permainan pun kian bertambah berat setelah lini belakang mereka, Tarik Muharemovic, dihadiahi kartu merah oleh wasit enam menit berselang yang memaksa Bosnia berjuang hanya dengan kekuatan 10 orang di lapangan.

“Gol itu seharusnya tidak terjadi. Gol tersebut berasal dari kesalahan individu dan kemudian kami mendapatkan kartu merah. Bahkan tim yang jauh lebih berpengalaman pun bisa terpengaruh oleh situasi seperti itu,” lanjutnya.

Kelebihan kuantitas pemain di sisa laga sukses dioptimalkan Swiss untuk menggelontorkan tiga gol tambahan masing-masing lewat aksi Ruben Vargas, gol kedua dari Manzambi, serta eksekusi penalti oleh Granit Xhaka.

Bosnia sempat memperkecil selisih skor melalui Ermin Mahmic di masa tambahan waktu, namun gol tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan mereka dari kekalahan pahit 1-4.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index