TEHERAN - Amerika Serikat memegang komitmen untuk menghapuskan langkah sanksi terhadap pihak Teheran dalam rentang waktu yang disetujui oleh kedua belah pihak selaras dengan draf kesepakatan akhir, mengutip laporan dari kantor berita Iran IRNA pada Rabu (17/6) berdasarkan dokumen nota kesepahaman (MoU) antar kedua negara tersebut.
"Amerika Serikat berkomitmen untuk mengakhiri semua jenis sanksi terhadap Iran, termasuk sanksi yang dijatuhkan oleh Dewan Keamanan PBB, Dewan Gubernur Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), dan semua sanksi sepihak AS, baik primer maupun sekunder, dalam jangka waktu yang disepakati oleh para pihak, yang akan menjadi bagian dari perjanjian akhir," demikian isi paragraf ketujuh di MoU tersebut.
Pihak Iran pada waktu sebelumnya mengutarakan bahwa dokumen kesepakatan akhir bakal dirundingkan dalam kurun waktu 60 hari pasca-penandatanganan berkas MoU serta bakal merampungkan problem nuklir Iran.
Walau begitu, menilik pada poin paragraf ketiga di dalam dokumen MoU yang dirilis oleh IRNA, kedua belah pihak diberikan keleluasaan untuk memperpanjang batas tenggat waktu demi meraih kesepakatan.
Di dalam lembar MoU tersebut, pihak Iran memberikan penegasan bahwa negaranya tidak bakal memproduksi ataupun menguasai senjata nuklir.
"Iran menegaskan kembali bahwa negara tidak akan memproduksi atau memperoleh senjata nuklir," demikian isi paragraf kedelapan di MoU tersebut.
Merujuk pada nota kesepahaman tersebut, pihak Teheran bersama Washington juga bakal menuntaskan perkara material nuklir Iran di bawah proses pemantauan dari pihak IAEA.