JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto menyatakan telah mengadakan pertemuan dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang.
Setyo dan Nanik melakukan pembahasan mengenai langkah perbaikan sistem serta transparansi dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pertemuan tersebut berlangsung di sela-sela kegiatan yang digelar di Sentul pada dua pekan yang lalu.
Dalam kesempatan itu, Nanik mengungkapkan bahwa pihaknya memerlukan dukungan dan siap menjalin sinergi dengan KPK.
Langkah ini khususnya melibatkan Kedeputian Pencegahan guna membahas hasil kajian terkait program makan bergizi gratis (MBG).
"Sekarang dipimpin oleh Kepala BGN yang baru. Pasti ada kebijakan, gitu, ada keputusan, ada pertimbangan-pertimbangan yang akan diambil oleh yang bersangkutan. Nah ini kami sesuaikan, tapi setidaknya kajian ini kan sudah diketahui oleh Kepala BGN seperti apa yang sudah disampaikan pada laporan tahunan," kata Setyo di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Dirinya menambahkan, mengacu pada penjelasan Nanik, pembenahan sistem menjadi fokus utama yang wajib diselesaikan.
Seluruh pelaksanaan program harus berjalan secara terbuka dengan menggandeng berbagai pihak terkait.
"Ya bukan hanya misalkan KPK saja, kalau perlu di daerah yang jangkauannya luas pun BGN harus juga mau melibatkan mungkin dari pihak-pihak pengawas di sana, ya bahkan kalau perlu melibatkan masyarakat," tegas dia.
Setyo menaruh harapan agar penerapan sistem yang lebih terbuka dari BGN dapat memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada publik.
"Apa saja sih kegiatannya, apa sih menunya, berapa sih uangnya, dan seterusnya," sebut Setyo.
Terkait dengan penegakan hukum di lingkungan BGN, Setyo menegaskan bahwa KPK terus melakukan pemantauan secara aktif.
KPK pun siap melakukan koordinasi dengan pihak Kejaksaan Agung apabila hal tersebut memang diperlukan.
Walau demikian, untuk kondisi saat ini, pihak KPK sepenuhnya memberikan dukungan terhadap setiap proses hukum yang tengah bergulir di Kejaksaan.
"Ya sekarang kami lihat saja perkembangan yang sudah dikawal oleh Kejaksaan Agung, proses penyelidikan sudah berjalan, gitu ya. Banyak hal yang sudah dilakukan oleh Kejaksaan Agung, ya sebentaran nanti kami lihat saja, gitu. Kalau memang perlu dikoordinasikan, dikoordinasikan (tapi) sampai dengan saat ini belum ada komunikasi," tutup Setyo.