Hangga Yudha: Gen Z Kunci Kemandirian Energi Menuju Indonesia Emas

Hangga Yudha: Gen Z Kunci Kemandirian Energi Menuju Indonesia Emas
Tenaga Ahli Menteri ESDM Satya Hangga Yudha menjadi pembicara utama dalam perhelatan Education Festival Indonesia 2026 di Kemendiktisaintek, Jakarta.(FOTO:NET)

JAKARTA - Tenaga Ahli Menteri ESDM Satya Hangga Yudha menilai partisipasi nyata generasi muda menjadi elemen vital bagi keberlanjutan sektor energi domestik, khususnya demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

"Mengingat energi merupakan fondasi vital bagi sektor industri, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan, maka peran aktif gen Z sebagai inovator, profesional, akademisi, maupun pembuat kebijakan sangat krusial dalam menentukan arah kemandirian bangsa," ujarnya dalam keterangannya diterima di Jakarta, Senin.

Menurutnya, menyongsong momentum satu abad kemerdekaan Indonesia, target peningkatan pendapatan per kapita tidak akan berjalan maksimal jika tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas kapasitas sumber daya manusia (SDM) secara individu.

Dirinya menambahkan bahwa sektor energi domestik, mulai dari industri migas, geotermal, energi surya dan angin, hidrogen, hingga tata kelola mineral kritis untuk rantai pasok kendaraan listrik, membuka peluang karier yang sangat luas bagi generasi muda.

Saat menjadi pembicara kunci dalam agenda Education Festival Indonesia 2026 di Kemendiktisaintek, Jakarta, Minggu (21/6), Hangga memaparkan panduan strategis bagi generasi muda agar bertransformasi menjadi calon pemimpin yang kompetitif secara global.

Dirinya turut menyemangati kaum muda, terutama kalangan mahasiswa, untuk mulai merumuskan target capaian dalam jangka waktu 3, 5, hingga 10 tahun ke depan.

Langkah konkret tersebut bisa diinisiasi melalui keaktifan berorganisasi, membangun jaringan profesional, menempuh program magang, serta mencari mentor berpengalaman yang sevisi.

"Dunia profesional memiliki budaya dan dinamikanya tersendiri yang sering kali tidak kami dapatkan di dalam ruang kelas perkuliahan. Ketimbang takut pada tantangan dan menganggapnya sebagai beban yang melelahkan, ubah cara pandang untuk melihat tantangan sebagai rintangan yang memacu diri menemukan solusi," jelasnya.

Dirinya menekankan bahwa fondasi dasar untuk menjadi pemimpin masa depan ialah kombinasi dari tiga poin utama, yaitu pengetahuan (knowledge), keahlian (skill), dan karakter (character).

"Kompetensi teknis mungkin membuat kami diterima di suatu industri, namun integritas dan karakter kuatlah yang membuat kami dipercaya," ujar Hangga.

Lebih jauh, Hangga menyoroti laju perubahan dunia yang bergerak kian dinamis berkat kontribusi kecerdasan buatan (AI) serta penetrasi ekonomi digital.

Pada lingkungan Kementerian ESDM, implementasi teknologi AI tingkat lanjut telah diaplikasikan secara nyata guna mengoptimalkan manajemen keselamatan kerja di lapangan hingga mendeteksi potensi kebocoran fasilitas kilang.

Tantangan terkait pemerataan infrastruktur kelistrikan dan internet yang masih dijumpai di berbagai daerah di tanah air harus dijadikan motivasi bagi gen Z untuk melahirkan inovasi baru demi mengejar ketertinggalan teknologi global, sekaligus beradaptasi menghadapi dampak perubahan iklim dan pemanasan global lewat akselerasi energi baru dan terbarukan (EBT).

Hangga juga mengajak seluruh peserta untuk mengimplementasikan prinsip learn, create, and shine, sekaligus membangun personal branding serta reputasi positif lewat rekam jejak digital yang berintegritas.

"Generasi muda jangan takut gagal atau ragu melangkah keluar dari zona nyaman demi memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan k sovereignty NKRI," katanya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index