JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR Edy Wuryanto menyampaikan aspirasi para tenaga kesehatan (nakes) yang mengeluhkan kesejahteraannya semakin terus menurun.
Padahal, nakes merupakan salah satu profesi yang memiliki beban kerja, risiko hukum, dan tanggung jawab yang tinggi kepada masyarakat.
"Nakes ini rata-rata mengeluhnya kesejahteraan yang semakin buruk," ujar Edy dalam rapat kerja dengan Menteri Keseharan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, dikutip dari siaran Youtube TVR Parlemen, Kamis (25/6/2026).
Ia menilai bahwa nakes merupakan profesi yang memiliki karakteristik berbeda, karena mereka harus menempuh pendidikan dan uji kompetensi yang panjang.
Di sisi lain, Edy juga melihat bahwa nakes merupakan profesi yang menghadapi risiko hukum dalam menjalankan tugasnya.
Oleh karena itu, ia mendorong peningkatan kesejahteraan, jenjang karir, dan tunjangan jabatan untuk para nakes.
Pasalnya, ia menyoroti masih adanya perbedaan tunjangan jabatan fungsional pada level yang sama antarprofesi tenaga kesehatan.
"Tunjangan jabatannya juga diatur dengan posisi yang sama, tenaga medis dan tenaga kesehatan harus sama, tidak boleh beda. Tidak ada yang spesial pada tunjangan fungsional ini, semua ini hak yang sama," ujar Edy.
Salah satu usulannya adalah meminta pemerintah untuk menata ulang struktur jenjang karier nakes di Indonesia.
Tujuannya, agar seluruh profesi memiliki kesempatan yang sama untuk mencapai jabatan fungsional tertinggi sesuai kompetensi dan kualifikasinya.
"Struktur skalanya perlu ditata ulang ini, jangan sampai kemudian beda antar tenaga kesehatan," ujar politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) itu.