Progres 94 Persen, Bendungan Bulango Ulu Dukung Pangan RI

Progres 94 Persen, Bendungan Bulango Ulu Dukung Pangan RI
Pembangunan Bendungan Bulango Ulu di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. (FOTO:NET)

JAKARTA - PT Brantas Abipraya (Persero), sebuah badan usaha milik negara Indonesia yang bergerak di sektor konstruksi, konsisten memacu perwujudan pembangunan Bendungan Bulango Ulu di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, demi menyokong stabilitas ketahanan pangan, pasokan air, hingga pemenuhan energi baru terbarukan.

“Melalui percepatan penyelesaiannya, kami berharap bendungan ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian, menjamin ketersediaan air, mendukung energi baru terbarukan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Gorontalo," ujar Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya Dian Sovana dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Jumat.

Bendungan Bulango Ulu termasuk ke dalam jajaran Proyek Strategis Nasional yang memegang peranan krusial dalam memperkokoh ketahanan pangan tanah air.

Pada waktu sekarang ini, tahapan proses pembangunannya dilaporkan sudah menyentuh angka 94,99 persen, tambahnya menerangkan.

Infrastruktur Bendungan Bulango Ulu dirancang mempunyai daya tampung volume sebesar 140,95 juta meter kubik dengan kapasitas volume efektif mencapai 58,61 juta meter kubik.

Pascaresmi dioperasikan nanti, berdasarkan penuturannya, bendungan tersebut bakal menyuplai air untuk area pertanian seluas kisaran 4.950 hektare lewat perantara Daerah Irigasi Alale, Lomaya, dan Pilohayanga guna mendongkrak produktivitas sektor agraria di wilayah Gorontalo.

Di samping hal itu, dia memaparkan bahwa bendungan ini juga bakal memfasilitasi ketersediaan pasokan air baku sebanyak 2,2 meter kubik per detik guna mencukupi keperluan domestik rumah tangga maupun sektor industri.

Bukan sekadar menyokong sektor pangan saja, eksistensi Bendungan Bulango Ulu juga diproyeksikan sanggup menekan potensi risiko luapan banjir di area hilir Sungai Bolango hingga menembus angka di atas 80 persen.

Sekaligus, infrastruktur ini mampu memproduksi daya listrik yang bersahabat bagi lingkungan lewat fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) yang berkekuatan 4,96 Megawatt.

Wilayah area genangan dari bendungan ini pun mempunyai prospek yang bagus untuk ditata menjadi objek tujuan wisata serta pusat aktivitas olahraga air yang dapat memutar roda perekonomian warga setempat.

Melihat dari aspek keteknikan, proyek masif ini dikerjakan dengan menerapkan metode teknologi urugan batu dengan inti tegak (rockfill dam with vertical core).

Konstruksinya juga disokong oleh bangunan pelimpah (spillway), saluran terowongan pengelak, serta sarana hidromekanikal dengan spesifikasi standar mutu yang tinggi.

Ia mengungkapkan bahwa terobosan inovasi konstruksi yang diimplementasikan di lapangan bahkan sukses meraih penghargaan Rekor MURI untuk kategori saluran terowongan spillway tipe Free Over Flow Elevated dengan tingkat sudut kemiringan paling tinggi serta paling lebar di penjuru Indonesia.

Dian mengimbuhkan kembali bahwa pencapaian dari pembangunan sarana infrastruktur tidak cuma dinilai dari sisi fisik materialnya saja, melainkan juga dari tata kelola manajerial yang dipraktikkan sepanjang jalannya proses pengerjaan.

“Bendungan Bulango Ulu kami bangun dengan mengedepankan integritas, keberlanjutan, serta manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan," ujar dia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index