Faktor Kinerja Bikin Popularitas Seskab Teddy Indra Wijaya Melejit

Faktor Kinerja Bikin Popularitas Seskab Teddy Indra Wijaya Melejit
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (FOTO: NET)

JAKARTA - Konsistensi hadir di tengah masyarakat dan respons cepat terhadap berbagai isu publik menjadi faktor utama yang mendorong meningkatnya popularitas Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Pengamat komunikasi politik Hendri Satrio mengatakan fenomena tersebut menarik karena Teddy merupakan pejabat birokrasi yang tidak mempunyai mesin politik maupun basis dukungan partai.

"Di media sosial ramai, di lapangan malah lebih ramai. Baik di kota besar maupun daerah pelosok, faktanya banyak masyarakat yang mengenal dan menyukai dia," kata Hensa, sapaan akrab Hendri Satrio, dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI itu menilai popularitas Teddy lebih banyak ditopang oleh kinerja dan kedekatannya dengan masyarakat dibanding faktor politik.

Menurut dari Sumbernya, hal itu terlihat dari tingginya antusiasme publik saat Teddy mendampingi Presiden Prabowo Subianto pada acara Nahdlatul Ulama (NU) di Madura, Jawa Timur, maupun kegiatan yang dihadiri sekitar 100 ribu petani dan nelayan di Gorontalo.

"Padahal Teddy itu bukan kepala daerah, bukan menteri yang memiliki program sendiri, bukan politisi, bukan anak pejabat, tidak punya partai, bahkan bukan anggota partai. Tetapi dia sepopuler itu di masyarakat. Ini pasti karena kinerja," ujarnya.

Hensa menilai kemampuan membangun kedekatan dengan publik melalui kehadiran langsung dan komunikasi yang efektif menjadi faktor yang membuat Teddy diterima berbagai kalangan tanpa dukungan mesin politik.

"Kalau seseorang bisa meraih penerimaan luas tanpa atribut partai atau mesin politik di belakangnya, itu menunjukkan kemampuan komunikasi dan kedekatan sosial yang mumpuni. Ini yang jarang ditemukan pada pejabat birokrasi saat ini," katanya.

Dari Sumbernya menyarankan para aktor politik dan birokrat mempelajari fenomena tersebut agar interaksi dengan masyarakat kembali berorientasi pada kepercayaan publik dan kerja nyata, bukan sekadar pencitraan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index