Kebumen Geopark Trail Run 2026: Jelajahi 12 Destinasi dalam 1 Lintasan

Kebumen Geopark Trail Run 2026: Jelajahi 12 Destinasi dalam 1 Lintasan
Para peserta KGTR 2026 (FOTO: NET)

KEBUMEN - Ajang Kebumen Geopark Trail Run (KGTR) 2026 kembali diselenggarakan sebagai salah satu program unggulan wisata olahraga tingkat nasional di Kabupaten Kebumen.

Event ini tidak sekadar menyajikan tantangan lari di alam terbuka, namun juga berfungsi sebagai wadah untuk memperkenalkan beragam destinasi wisata daerah tersebut kepada para peserta dari seluruh penjuru Indonesia.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen, Frans Haidar, menjelaskan bahwa KGTR 2026 dikonsep agar para peserta bisa menikmati pesona alam, kebudayaan, dan potensi ekonomi lokal di sepanjang jalur yang dilewati.

"Harapan kami melalui kegiatan ini adalah memperkenalkan alam yang kami punya, menggali potensi yang ada, kemudian menikmati keindahan alamnya, kebudayaannya, sampai ekonomi lokalnya. Mudah-mudahan semua peserta bisa menikmati perjalanan dan kembali ke rumah dalam keadaan sehat," ujar Frans pada Sabtu (28/6/2026).

Dia menuturkan, rute kategori 50 kilometer merupakan lintasan paling lengkap karena melintasi delapan desa di dua kecamatan, yaitu Ayah dan Buayan.

Sepanjang jalur tersebut, pelari akan disuguhi pemandangan khas kawasan Geopark Kebumen yang selama ini menjadi magnet wisata.

Terdapat setidaknya 12 objek wisata yang dilewati, yakni Karangbolong, Sagara View, Bukit Jerit, Pantai Watu Bale, Pantai Surumanis, Pantai Pecaron, Pantai Lampon, Pantai Menganti, Pantai Sawangan, Logending, Goa Petruk, serta Goa Warawiri.

Menurut Frans, konsep tersebut menjadi pembeda KGTR dengan ajang lari lainnya sebab peserta tidak hanya bersaing mengejar waktu, tetapi juga diajak menikmati bentang alam Kebumen dari kawasan pantai hingga pegunungan.

Salah satu daya tarik utama terletak pada kawasan Goa Petruk.

Berbeda dari lintasan lari pada umumnya, peserta kategori 50 kilometer akan masuk ke dalam area goa sejauh kurang lebih 300 meter hingga titik Batu Semar sebelum melanjutkan perjalanan kembali.

"Ini menjadi pengalaman yang berbeda karena peserta benar-benar bisa menikmati keindahan alam di dalam goa," kata Frans.

Frans menyampaikan, pemilihan rute yang melewati banyak destinasi wisata tersebut dilakukan dengan tujuan tertentu.

Pemerintah Kabupaten Kebumen ingin menjadikan KGTR sebagai sarana promosi destinasi wisata yang efektif kepada peserta dan masyarakat luas melalui dokumentasi yang diunggah ke media sosial.

Dengan kedatangan pelari dari berbagai daerah, diharapkan semakin banyak wisatawan yang mengenal serta tertarik untuk berkunjung kembali ke Kebumen.

Selain mempromosikan destinasi, penyelenggaraan KGTR 2026 diperkirakan memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat.

Aktivitas peserta dan pendamping selama beberapa hari diyakini bakal menggerakkan sektor perhotelan, homestay, kuliner, transportasi, serta usaha mikro di sekitar lokasi kegiatan.

"Sebagai bentuk dukungan terhadap pengelola destinasi, panitia juga mengalokasikan kontribusi sebesar Rp 3.000 untuk setiap peserta yang melintasi objek wisata berbayar," katanya.

Skema ini diharapkan dapat menambah pendapatan pengelola sekaligus memberi manfaat langsung bagi destinasi wisata yang menjadi bagian dari jalur lomba.

Lebih lanjut, seluruh peserta akan disuguhi aneka kuliner khas Kebumen setelah selesai berlomba, termasuk Sate Ambal yang menjadi ikon kuliner daerah tersebut.

Frans berharap KGTR 2026 tidak hanya dikenal sebagai kompetisi olahraga, tetapi juga mampu memperkuat citra Kebumen sebagai destinasi wisata olahraga yang memadukan keindahan alam, budaya, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

"Harapannya teman-teman yang hadir bisa menikmati seluruh perjalanan. Ini bukan sekadar lomba lari, tetapi kesempatan untuk melihat langsung potensi alam dan wisata yang dimiliki Kebumen," ujar Frans.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index