Review Jujur Pemilik Daihatsu Rocky Hybrid Usai Tempuh 4.000 Km

Review Jujur Pemilik Daihatsu Rocky Hybrid Usai Tempuh 4.000 Km
Daihatsu Rocky Hybrid (FOTO: NET)

JAKARTA - Daihatsu Rocky Hybrid kini menarik perhatian konsumen yang menginginkan efisiensi bahan bakar tanpa harus beralih sepenuhnya ke kendaraan listrik.

Salah satu pemiliknya, Audi Surya (44), warga Jakarta Barat, telah menggunakan mobil ini sejak Januari 2026.

Meskipun odometer baru menunjukkan sekitar 4.600 kilometer dalam enam bulan, pengalaman berkendaranya sudah cukup untuk menilai karakter SUV hybrid tersebut.

Menurut Audi, daya tarik utama Rocky Hybrid bukan hanya teknologi elektrifikasinya, melainkan efisiensi yang ia rasakan sehari-hari.

"Kalau macet-macet dengan banyak di traffic dalam kota (konsumsi BBM) 1:25. Terus kalau kombinasi kami dapetin 27-28 km per liter, tapi belakangan lagi lancar dapat 30-an km per liter," ujar Audi, kepada Kompas.com belum lama ini.

Angka tersebut didapatkan menggunakan bensin RON 92. Bahkan untuk perjalanan Jakarta-Bandung, konsumsi bahan bakarnya tetap berada di kisaran 28 km per liter meski melewati medan naik-turun dan kemacetan.

Selain efisiensi, Audi menilai kualitas perakitan versi impor Jepang ini lebih baik dibandingkan Rocky mesin konvensional rakitan lokal.

Ia merasakan suspensi lebih nyaman, kabin lebih senyap, serta material interior yang lebih tebal dengan panel yang lebih rapi.

Karakter berkendara pun menjadi nilai tambah, karena sistem hybrid serial membuat respons akselerasi terasa instan.

Audi menyebut performanya seperti mobil 1.500 cc, namun dengan konsumsi bahan bakar setara mobil bermesin kecil.

Frekuensi pengisian bahan bakar juga sangat jarang, di mana ia hanya perlu mengisi penuh satu kali setiap tiga minggu hingga satu bulan sekali.

Biaya operasional pun dianggap hampir mendekati mobil listrik, meski masih menggunakan bensin sebagai generator.

Meski puas, Audi memberikan beberapa catatan kekurangan yang seharusnya bisa dibenahi oleh Daihatsu.

Poin yang paling disayangkan adalah hilangnya tombol pengatur audio di lingkar kemudi (audio steering-switch) serta setir yang masih berbahan plastik tanpa lapisan kulit.

Selain itu, suara mesin yang berfungsi sebagai generator aktif terdengar lebih kasar dibanding versi Turbo karena karakter kerja sistem hybrid serial.

Namun, ia belum menemukan kendala berarti selama enam bulan, dengan layanan purnajual yang berjalan baik.

Ia optimistis umur baterai akan panjang karena sistem manajemen baterainya hanya bekerja pada rentang kapasitas tertentu.

Audi menyimpulkan bahwa Rocky Hybrid sangat cocok digunakan sebagai mobil komuter, terutama di tengah meningkatnya harga bahan bakar.

"Kesimpulannya sih mobil ini pas buat komuter. Kondisi sekarang harga bensin lagi gila-gilaan naik, otomatis ini cara yang efektif sebelum benar-benar ke ekosistem EV," katanya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index