Suku Osing Kemiren Banyuwangi Sukses Jadikan Budaya Sumber Cuan

Suku Osing Kemiren Banyuwangi Sukses Jadikan Budaya Sumber Cuan
Atraksi budaya suku Osing (FOTO: NET)

BANYUWANGI - Masyarakat Suku Osing di Desa Kemiren, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, berhasil memanfaatkan warisan budaya mereka sebagai instrumen pendapatan ekonomi.

Pengembangan destinasi wisata di Desa Kemiren ini berawal dari inisiatif warga untuk melestarikan kebudayaan Suku Osing agar tetap terjaga di tengah arus modernisasi.

Meskipun saat ini mayoritas penduduk desa masih menggantungkan hidup sebagai petani padi.

"Mayoritas petani padi. Masuk di bidang wisata ini sebetulnya salah satu cara yang saat ini relevan dengan keadaan pertanian yang tidak pasti. Pariwisata bisa memberikan cara mendapatkan pendapatan yang lebih mudah dan stabil," ungkap Penggerak Desa Sejahtera Astra (DSA) Kemiren, Mohammad Edy Saputro, saat ditemui di Desa Kemiren, Jumat (26/6/2026).

Dia menambahkan bahwa pengelolaan Desa Wisata Kemiren telah dijalankan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sejak tahun 2022, dengan menawarkan beragam aktivitas wisata berbasis budaya seperti paket membatik, mengolah kopi, pertunjukan tari Gandrung, mencicipi kuliner khas Osing, hingga fasilitas menginap di rumah penduduk atau homestay.

"Homestay bukan kami manajemennya, homestay itu milik warga. Kami hanya membantu untuk memasarkan, kami bantu menawarkan," imbuh Edy.

Selama tahun 2025, tercatat kunjungan sebanyak 3.683 wisatawan domestik dan 114 wisatawan mancanegara ke Desa Wisata Kemiren.

Edy menyebutkan, jumlah reservasi hingga pertengahan tahun 2026 telah mencapai 3.143 wisatawan domestik dan 135 wisatawan asing.

Dalam periode satu tahun, omzet bruto dari desa wisata di wilayah timur Pulau Jawa ini mampu menembus angka Rp 500 juta hingga Rp 700 juta.

Pendapatan tersebut mayoritas diberikan langsung kepada pemilik homestay.

"Sisanya (pendapatan) ya untuk tutor-tutor edukasi, pemandu wisata, ini profitnya mungkin enggak sampai 10 persen karena memang kami memaksimalkan warga dapat semuanya, keuntungan. Karena memang ini kami bikin bersama, yang (uang) penting ada, kami enggak rugi," beber Edy.

Kesuksesan Desa Kemiren dalam pengembangan wisata budaya mendapatkan dukungan melalui program Desa Sejahtera Astra sejak tahun 2024.

Sejak saat itu, Edy menuturkan bahwa pengembangan desa telah mencakup aspek kesehatan, pendidikan, dan lingkungan.

Di sektor kesehatan, desa tersebut menyelenggarakan kegiatan Posyandu yang bekerja sama dengan kader PKK.

Sementara itu, untuk sektor pendidikan, tersedia berbagai program pembelajaran dan ruang bermain bagi anak-anak.

Di bidang lingkungan, masyarakat mulai menerapkan pemilahan sampah non-organik serta mengolah sampah organik menjadi kompos.

Head of Corporate Communications PT Astra International Tbk, Windy Riswantyo, menjelaskan bahwa Desa Sejahtera Astra Kemiren mengembangkan potensi unggulan berupa Desa Wisata Adat Osing Kemiren berkelanjutan dengan mengangkat kekayaan budaya masyarakat Osing sebagai penduduk asli Banyuwangi.

Warisan budaya tersebut senantiasa terjaga, mulai dari tradisi Barong Ider Bumi, Tumpeng Sewu, Tari Gandrung, kuliner khas, musik tradisional, hingga arsitektur rumah adat Osing.

"Desa Sejahtera Astra Kemiren merupakan living museum bagi suku Osing yang secara konsisten melestarikan kebudayaan Osing seperti Barong Ider Bumi, Tumpeng Sewu, Tari Gandrung, Kuliner Lokal, Musik Tradisional dan Arsitektur Osing," tutur dia.

Pembinaan yang dilakukan mencakup bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, serta kewirausahaan, dan telah menyentuh sekitar 300 warga.

Windy menambahkan, pertumbuhan sektor pariwisata turut membuka kesempatan usaha bagi masyarakat melalui 50 unit homestay dengan total 92 kamar, serta 40 pelaku usaha lokal yang bergerak di sektor kuliner, kerajinan, dan kopi.

Sejak tahun 2019, Desa Sejahtera Astra Kemiren telah meraih berbagai penghargaan pariwisata dan budaya baik di tingkat nasional maupun internasional, di antaranya Penghargaan Wonderful Indonesia Impact, Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) dari Kementerian Pariwisata, serta ASEAN Tourism Award 2025.

Program DSA merupakan bentuk kontribusi sosial perusahaan yang telah menjangkau lebih dari 1.500 desa di 35 provinsi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index