Flyover Latumeten Rampung Desember 2026, Intip Perubahan yang Terjadi

Flyover Latumeten Rampung Desember 2026, Intip Perubahan yang Terjadi
Flyover Latumenten Ditargetkan Beroperasi Akhir 2026 (FOTO: NET)

JAKARTA - Pembangunan Flyover Latumeten di Grogol Petamburan, Jakarta Barat, dipastikan membawa perubahan signifikan bagi para pengguna jalan.

Selain menghapus pelintasan sebidang rel kereta api, infrastruktur ini bakal difasilitasi halte Transjakarta, akses bagi penyandang disabilitas, serta mampu mempercepat durasi perjalanan kendaraan.

Proyek yang menelan anggaran Rp 259 miliar ini telah mencapai progres 55,2 persen dan dijadwalkan rampung pada 15 Desember 2026.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut bahwa Flyover Latumeten adalah salah satu proyek yang paling dinantikan karena diharapkan mampu mengatasi kemacetan parah di kawasan Grogol dan sekitarnya.

"Flyover Latumeten ini salah satu flyover yang paling ditunggu di Jakarta. Karena kalau dilihat pagi, siang, sore, kemacetannya tinggi sekali," kata Pramono saat meninjau proyek tersebut, Kamis (2/7/2026).

Menurutnya, proyek ini menjadi prioritas Pemprov DKI guna memperbaiki konektivitas lalu lintas di area Grogol, Slipi, Pluit, hingga wilayah sekitarnya.

"Ini salah satu proyek prioritas Pemerintah DKI Jakarta yang saya harapkan bisa selesai pada 15 Desember 2026," ujarnya.

Perubahan paling signifikan setelah flyover beroperasi adalah penutupan pelintasan sebidang antara jalan raya dan rel kereta api di dekat Stasiun Grogol.

Selama ini, kemacetan kronis terjadi karena kendaraan harus berhenti setiap pintu pelintasan ditutup akibat kereta melintas.

Pramono menjelaskan, setelah flyover selesai, seluruh kendaraan akan diarahkan ke atas flyover agar tidak lagi terganggu aktivitas kereta api.

"Kalau ini bisa selesai, maka kemacetan di lokasi ini, termasuk nanti yang di bawahnya ditutup. Siapa pun harus naik ke atas supaya pelintasan sebidang kereta api ini tidak lagi terganggu dan juga tidak menimbulkan kecelakaan," kata Pramono.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo memaparkan bahwa penutupan hanya berlaku bagi pelintasan rel saja.

Jalan di kolong flyover tetap bisa digunakan oleh kendaraan untuk berputar arah.

"Yang ditutup hanya pelintasannya. Jadi, dari arah selatan bisa putar balik, begitu juga dari arah utara masih bisa berputar," kata Suwondo.

Berkat penutupan pelintasan sebidang tersebut, waktu tempuh pengguna jalan diprediksi menjadi lebih singkat.

Suwondo mengestimasi waktu tempuh bisa berkurang sekitar 10 hingga 15 menit.

"Kalau kondisi saat ini waktu tempuhnya cukup panjang karena adanya pelintasan kereta api. Nantinya sudah tidak ada gangguan lagi sehingga kendaraan bisa melintas langsung di atas flyover. Mungkin sekitar 10-15 menit, karena tadinya tertahan di bawah, nanti langsung bablas," katanya.

Flyover Latumeten juga bakal terintegrasi dengan moda transportasi umum.

Pemprov DKI telah menyiapkan halte Transjakarta di sisi timur dan barat flyover yang terkoneksi langsung dengan Stasiun Grogol, sehingga memudahkan masyarakat berpindah moda transportasi.

"Halte busway ada di flyover, di atas. Sisi barat dan sisi timur ada halte busway. Dari Stasiun Grogol juga bisa langsung ke sini," lanjut Suwondo.

Selain itu, flyover akan dilengkapi lift khusus untuk memudahkan penyandang disabilitas, lansia, maupun masyarakat dengan keterbatasan mobilitas.

Pramono menegaskan agar fasilitas tersebut terus dirawat agar tetap berfungsi optimal bagi masyarakat.

"Yang paling penting tempat ini juga ramah disabilitas. Saya sudah minta kepada Kepala Dinas untuk liftnya betul-betul dipersiapkan dan terus dirawat. Jangan hanya di awal dibuka kemudian ada, tetapi setelah itu tidak dirawat," ujar Pramono.

Ia menambahkan, setelah proyek Flyover Latumeten tuntas, Pemprov DKI berencana membahas pembangunan flyover di titik lain yang sering macet.

Beberapa lokasi yang diusulkan antara lain Pejompongan, Universitas Pancasila, dan Bintaro.

Meski demikian, Flyover Latumeten tetap menjadi prioritas utama karena dianggap paling mendesak untuk diselesaikan.

"Nanti kami akan segera putuskan mana yang memang sudah menjadi kebutuhan, termasuk apakah yang di Pejompongan, Pancasila, ataukah yang di Bintaro. Tetapi yang paling prioritas sekarang memang di tempat ini," kata Pramono.

Ia berharap proyek Flyover Latumeten selesai tepat waktu agar manfaatnya bisa segera dirasakan oleh warga dalam menekan angka kemacetan di Jakarta Barat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index