Pesta Rakyat SUBEC Surabaya Ricuh, Petugas Keamanan Cedera Serius

Pesta Rakyat SUBEC Surabaya Ricuh, Petugas Keamanan Cedera Serius
Situasi konser Denny Caknan di Surabaya. (FOTO:NET)

SURABAYA - Penyelenggaraan Pesta Rakyat dalam rangka Soft Launching Creative Hub Surabaya Expo Center (SUBEC) yang berlangsung pada Minggu malam berujung pada kericuhan.

Peristiwa kericuhan dalam konser Denny Caknan tersebut mengakibatkan belasan penonton beserta aparat keamanan gabungan menderita luka-luka, bahkan memaksa beberapa korban segera dilarikan menuju rumah sakit untuk memperoleh penanganan medis darurat.

Berdasarkan data perkembangan paling baru yang dikeluarkan oleh Dinkes Kota Surabaya, dari keseluruhan korban yang sempat dievakuasi, kini tersisa dua orang korban yang wajib mendapatkan perawatan intensif di dalam ruang ICU disebabkan menderita cedera serius.

Sangat disayangkan, kedua korban yang mengalami cedera paling parah tersebut merupakan petugas keamanan barisan terdepan yang bertugas menghalau massa, yaitu seorang anggota TNI serta seorang petugas Damkar Surabaya.

Keduanya dikabarkan mengalami patah tulang serius imbas hantaman benda keras dan tertimpa pagar besi pembatas ketika kericuhan mulai pecah.

Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, memberikan konfirmasi bahwa kedua petugas keamanan itu menderita luka struktural yang tergolong serius sesudah berjuang keras menahan pintu gerbang dari serbuan massa di area luar.

Identitas dari kedua petugas yang menjadi pilar pertahanan tersebut diketahui merupakan seorang Bintara Pembina Desa (Babinsa) berinisial S (42) dan seorang personel Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) berinisial F (47).

"Yang anggota TNI mengalami patah tulang kaki, tepatnya patah tulang di bagian paha atas bagian kiri. Sedangkan petugas Damkar mengalami patah tulang leher. Penyebabnya trauma karena terjatuh dan tertindih pagar besi pembatas," papar dr. Billy saat ditemui Kompas.com di RSUD Dr. M. Soewandhie Surabaya, Senin (6/7/2026).

Demi mengambil tindakan pemulihan yang tepat, tim dokter saat ini tengah melangsungkan pemeriksaan diagnostik lanjutan memakai Magnetic Resonance Imaging (MRI) sebelum melakukan tindakan operasi besar.

"Keduanya nanti rencananya akan dioperasi, tapi harus di MRI dulu untuk didiagnostik. Terutamanya yang damkar patah tulang leher untuk melihat sampai sejauh mana parahnya itu," terangnya menambahkan.

Mantan Direktur Utama RSUD dr. Soewandhie Surabaya tersebut turut mempertegas komitmen penuh dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk menanggung seluruh ongkos pengobatan kedua petugas itu sampai pulih total.

Secara menyeluruh, tim medis pada awalnya mengevakuasi total 12 orang dari lokasi kejadian perkara.

Kendati demikian, dua orang di antaranya merupakan pasien yang berada di bawah pengaruh minuman beralkohol; satu pasien alkohol sempat meloloskan diri, sedangkan satu lainnya diperbolehkan pulang sesudah tingkat kesadarannya kembali normal.

Melalui pemeriksaan secara mendalam di RSUD Dr. M. Soewandhie, Dinkes Surabaya memberikan rincian data 10 korban cedera utama dampak kericuhan tersebut sebagai berikut: 2 Orang (Patah Tulang Parah): Anggota TNI (Babinsa) dan Petugas Damkar; saat ini menjalani perawatan intensif di ruang ICU dan bersiap menghadapi meja operasi.

6 Orang (Trauma Fisik): Sempat terinjak-injak pada bagian perut oleh kerumunan massa.

Sesudah dilakukan tindakan rontgen, tidak dijumpai adanya luka dalam atau luka ringan yang serius sehingga diperkenankan pulang.

1 Orang (Gangguan Pernapasan): Mengalami sesak napas imbas kondisi riwayat medis (asma) yang kambuh di tengah kepungan kerumunan.

1 Orang (Kondisi Psikologis/Kejang): Mengalami reaksi konversi atau stres tingkat berat hingga kejang-kejang akibat menjadi korban aksi pencopetan di tengah kepanikan konser.

"Kalau untuk yang korban sesak napas itu memang karena dia punya riwayat sesak napas, cuma kemarin itu dia lagi kumat. Kalau yang stres itu akibat dia dicopet, terus stres sampai kejang-kejang akhirnya kami bawa ke sini juga," jelas dr. Billy.

"Untuk kondisi yang lainnya sehat semua, aman, dan sudah dipulangkan," imbuh dr. Billy menerangkan status dari delapan korban lainnya yang kondisinya lekas membaik usai diberikan pertolongan darurat.

Dr. Billy menjelaskan, proses mobilisasi evakuasi perdana mulai bergerak pada kisaran pukul 23.13 WIB.

Tatkala gelaran pesta rakyat tersebut dilangsungkan, Pemkot Surabaya sejatinya telah menyiagakan dua tim medis dari Puskesmas setempat, dua tim kepolisian, serta empat unit ambulans yang berjaga di sekitar area.

Namun, mengamati dinamika penonton yang diwarnai oleh kepanikan, Dinkes langsung mengerahkan lima tim medis tambahan dari luar arena demi membantu kelancaran proses evakuasi taktis.

"Terus setelah itu kami gerakkan lima tim lagi dari luar ke sana. Itu yang banyak bantu ya lima tim ini karena mereka kan tidak terjebak toh. Mereka di luar. Jadi kami bawa keluar pasien langsung bawa ke sini," ucapnya.

Di samping korban yang harus dilarikan ke rumah sakit, didapati pula sejumlah pengunjung yang cuma terhimpit di tengah kerumunan massa namun dapat langsung ditangani di lokasi kegiatan tanpa memerlukan perawatan lanjutan.

"Ada memang beberapa orang yang mungkin gak perlu perawatan serius, biasanya kami beri minum teh, duduk, terus boleh pulang," pungkasnya.

Pemicu kericuhan berawal ketika ribuan warga memadati area eks Hi-Tech Mall (THR) yang saat ini ditata kembali oleh Pemkot Surabaya menjadi ruang kolaborasi ekonomi kreatif dengan nama Surabaya Expo Center (SUBEC).

Penonton yang membeludak tersebut berniat untuk menyaksikan panggung hiburan rakyat gratis yang disemarakkan oleh Denny Caknan.

Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Hadi Ismanto, memaparkan kronologi di atas lapangan.

Penonton pada awalnya mulai memasuki wilayah venue sejak pintu gerbang dibuka pada pukul 16.00 WIB dengan proses pemeriksaan yang teramat ketat.

Rangkaian acara sejak sore hari sempat bergulir aman serta tertib, sekaligus diselingi waktu jeda untuk menunaikan ibadah Sholat Maghrib dan Isya.

Petaka mulai timbul pasca-sholat Isya, tepatnya pada pukul 19.27 WIB.

Kerumunan massa di luar area yang tidak memegang akses masuk atau tiket secara tiba-tiba melakukan aksi saling dorong secara anarkis ke arah barikade pembatas.

Imbas desakan yang masif tersebut, pintu gerbang besi dengan tinggi lebih dari 2 meter roboh seketika dan langsung menimpa para petugas keamanan gabungan (TNI dan Damkar) yang berjaga tepat di balik pagar pembatas.

Massa yang beringas terus merangsek masuk ke dalam venue serta memedulikan pagar betis yang sudah dibentuk oleh petugas.

Area lapangan dilaporkan langsung padat berdesakan dalam hitungan menit saja.

Walaupun situasi sempat memanas serta diwarnai kepanikan, kesiapsiagaan dari aparat dalam melakukan penyekatan taktis di pintu masuk utama berhasil meredam eskalasi keributan supaya tidak semakin meluas.

Situasi yang perlahan berangsur kondusif memungkinkan Denny Caknan untuk naik ke atas panggung pada pukul 20.20 WIB.

Konser pesta rakyat ini pada akhirnya selesai pada pukul 21.45 WIB dan massa membubarkan diri secara tertib.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index