BANDUNG - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) saat ini sedang merampungkan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Provinsi Jawa Barat II yang berlokasi di Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, dengan suasana dataran tinggi yang sejuk.
Fasilitas pendidikan ini tidak hanya menawarkan lingkungan belajar yang nyaman, tetapi juga dilengkapi dengan tiga kolam retensi untuk menampung luapan air saat intensitas curah hujan meningkat.
Menteri PU Dody Hanggodo mengungkapkan bahwa pembangunan SR ini merupakan perwujudan nyata komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas serta investasi masa depan bagi pengembangan sumber daya manusia di Indonesia.
"Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul,' ucapnya, dikutip siaran pers, Kamis (9/7/2026).
Dody menambahkan, kementeriannya memastikan infrastruktur pendidikan ini dibangun dengan cepat namun tetap mempertahankan standar mutu tinggi agar segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas.
Kepala Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Barat Tomi Hendratno menyatakan bahwa selain udaranya yang sejuk, lokasi sekolah ini sangat strategis.
"Dari sisi aksesibilitas, lokasinya cukup dekat dengan Gerbang Tol Soreang, sekitar 10 menit. Kemudian dekat juga dengan pusat pemerintahan Kabupaten Bandung. Untuk iklimnya atau suhunya juga relatif dingin dan nyaman untuk kegiatan belajar mengajar," ujar Tomi.
Menurut keterangannya, pihak Kementerian PU merancang kawasan sekolah ini agar tetap aman saat menghadapi musim hujan.
Pihak kontraktor pun telah menyiapkan sistem saluran air terintegrasi yang didukung tiga kolam penampung air guna mencegah terjadinya banjir di sekitar pemukiman warga.
"Salah satu kelebihan SR Kabupaten Bandung ini adalah kami membangun tiga kolam retensi di area site untuk mengendalikan banjir ketika curah hujan cukup tinggi. Sehingga, air dari sistem drainase kawasan tidak meluap ke permukiman warga," jelas Tomi.
Ketiga kolam tersebut dirancang dengan luas masing-masing 620 meter persegi, 710 meter persegi, serta 240 meter persegi.
Kapasitas penampungan air kolam tersebut mencapai 1.550 meter kubik, 1.775 meter kubik, dan 600 meter kubik.
Untuk memenuhi target penyelesaian sebelum Tahun Ajaran Baru 2026/2027, Kementerian PU melakukan percepatan dengan menambah jumlah tenaga kerja dan memberlakukan sistem tiga giliran kerja agar proyek beroperasi 24 jam.
Pengerjaan tahap akhir pada bangunan juga dipercepat dengan beralih dari metode konvensional ke teknik stick on wall berbasis UPVC.
Kementerian PU juga memastikan pasokan logistik dan alat berat tetap tercukupi sesuai kebutuhan proyek.
Saat ini, capaian progres pembangunan fisik SR Kabupaten Bandung telah mencapai 84,8 persen.
Fasilitas pendidikan di atas lahan seluas 6,5 hektar dengan total luas bangunan 26.876,43 meter persegi ini menelan biaya kontrak senilai Rp 264,7 miliar.
Kompleks sekolah ini nantinya akan menyediakan gedung untuk SD, SMP, hingga SMA, asrama, rumah susun pengajar, masjid, aula, kantin, serta fasilitas penunjang lainnya.