Dampak Strategis Gelaran UFI 2027 bagi Ekonomi Kreatif Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 18:42:09 WIB
Ilustrasi Kementerian Ekonomi Kreatif

JAKARTA – Indonesia bersiap memperkuat industri pameran melalui gelaran UFI 2027 yang akan mempertemukan para pemimpin eksibisi dunia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Langkah besar ini menandai kepercayaan dunia terhadap stabilitas ekonomi dan kualitas infrastruktur MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) di tanah air. Sebagai organisasi global yang menaungi industri pameran, UFI memilih Indonesia karena melihat potensi pasar yang sangat masif serta pertumbuhan pesat jumlah penyelenggara pameran yang semakin profesional.

Terpilihnya Jakarta sebagai lokasi kongres global ini bukan sekadar seremoni biasa, melainkan momentum pembuktian kualitas layanan standar internasional. Kehadiran para delegasi dari berbagai negara akan memberikan dampak berganda, mulai dari keterisian hotel hingga peluang investasi pada sektor-sektor strategis yang selama ini dipromosikan melalui berbagai pameran dagang nasional.

Berikut adalah beberapa poin penting dan rencana fokus yang akan mewarnai persiapan serta pelaksanaan menuju ajang bergengsi tersebut:

  • Peningkatan standar kompetensi tenaga kerja di bidang manajemen event sesuai kurikulum global.
  • Audit dan renovasi sejumlah fasilitas pusat konvensi utama agar memenuhi syarat teknis internasional.
  • Penyusunan agenda kolaborasi antar pengusaha pameran lokal dengan pemain besar industri global.
  • Implementasi teknologi ramah lingkungan dan keberlanjutan (sustainability) dalam setiap proses penyelenggaraan.
  • Promosi destinasi wisata unggulan bagi para delegasi mancanegara yang akan hadir.
  • Sesi business matching untuk mempertemukan investor teknologi pameran dengan penyedia jasa domestik.

Sinergi antara pemangku kebijakan dan pelaku industri menjadi faktor penentu utama agar perhelatan ini tidak hanya sukses secara administratif, tetapi juga secara ekonomi. Pemerintah diharapkan memberikan kemudahan regulasi terkait perizinan dan logistik pameran guna mendukung ekosistem yang lebih sehat bagi para penyelenggara acara internasional yang ingin berekspansi di wilayah nusantara.

Para ahli memprediksi bahwa efek domino dari keberhasilan acara ini akan terasa hingga lima tahun setelah penyelenggaraan berakhir. Hal ini didasari oleh meningkatnya kepercayaan brand global untuk menjadikan Indonesia sebagai hub utama pameran mereka di kawasan Asia Pasifik, yang pada akhirnya akan membuka lebih banyak lapangan kerja berkualitas tinggi bagi generasi muda.

Kepastian penyelenggaraan ini disambut baik oleh berbagai asosiasi pameran di dalam negeri yang telah lama menantikan panggung besar untuk menunjukkan taringnya. Keikutsertaan aktif para pemain lokal dalam ajang ini akan memberikan wawasan baru mengenai tren perilaku konsumen dunia yang kini semakin condong pada penggunaan data dan personalisasi layanan digital dalam sebuah event.

Dalam pernyataan resminya, pihak terkait menekankan pentingnya persiapan yang matang dari segala sisi demi menjaga reputasi negara. Kesiapan fisik bangunan harus berjalan beriringan dengan keramahan pelayanan (hospitality) yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia, sehingga setiap delegasi yang pulang membawa kesan positif dan keinginan untuk kembali melakukan bisnis di masa depan.

Perjalanan menuju 2027 akan diisi dengan berbagai Road to UFI yang bertujuan mensosialisasikan pentingnya standar kualitas pameran kepada masyarakat luas. Dengan demikian, industri eksibisi nasional tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan sebagai salah satu pilar utama pendukung pertumbuhan produk domestik bruto melalui perdagangan dan pertukaran informasi teknologi.

Terkini